Wednesday, July 9, 2014

laporan satuan operasi PENENTUAN KAPASITAS PANAS JENIS DAN PANAS SPESIFIK PRODUK SUSU

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Perkembangan produk pangan di Indonesia sangat cepat. Mulai dari produk pangan padat maupun yang berbentuk cair, salah satu jenis produk pangan cair adalah susu kental manis. Kandungan gizi susu sangat bermanfaat bagi tubuh, susu mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi masyarakat. Susu diolah menjadi banyak produk, baik yang berbentuk cair maupun bubuk. Produk susu bisa kita temukan dimana-mana dengan berbagai merk dan harga yang bervariasi. Susu kental manis bisa kita temukan dengan mudah dipasar maupun di toko-toko. Setiap merk susu memiliki kandungan gizi dan mineral yang berbeda-beda. Oleh karena itu, perlu dilakukan praktikum mengenai berbagai jenis produk susu kental manis.

1.2  Tujuan Praktikum
Praktikum ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kapasitas panas   jenis atau panas spesifik produk susu pada empat jenis susu yang berbeda yaitu susu Frisian Flag, susu Kremer, susu Enak dan susu Indomilk.









BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Susu
Susu adalah cairan berwarna putih yang disekresi oleh kelenjar mammae pada binatang mamalia betina, untuk bahan makanan dan sumber gizi bagi anaknya. Sebagian besar susu yang dikonsumsi oleh manusia berasal dari sapi. Susu tersebut diproduksi dari unsur darah pada kelenjar susu sapi (Utami, 2009).
Susu merupakan makanan alami yang hampir sempurna. Sebagian besar zat gizi esensial ada dalam susu, diantaranya yaitu protein, kalsium, fosfor, vitamin A, dan tiamin (vitamin B1). Susu merupakan sumber kalsium paling baik, karena disamping kadar kalsium yang tinggi, laktosa di dalam susu membantu absorpsi susu di dalam saluran cerna (Almatsier, 2010).
Susu sapi merupakan bahan pangan hasil laktasi yang telah bebas dari kolostrum, diperah dari sapi yang sehat dan setidaknya mengandung 8,25% padatan bukan lemak (solid non fat) dan 3,25% lemak susu. Komposisi utama susu sering diartikan sebagai kandungan lemak, protein, laktosa (disakarida), abu dan padatan total (total solid). Susu juga mengandung sejumlah kecil komponen lainnya, seperti garam mineral, pigmen, enzim, vitamin, dan leukosit white blood corpuscles (Jennes, 2005).

2.2 Pengertian Kalorimeter
            Kalorimeter adalah alat untuk mengukur kalor. Kalorimeter yang menggunakan teknik pencampuran dua zat didalam suatu wadah, umumnya digunakan untuk menentukan kalor jenis suatu zat. Beberapa jenis kalorimeter yang sering dipakai antara lain: kalorimeter alumunium, elektrik, gas dan kalorimeter bom (Anonim, 2010).

2.3 Pengertian  Kalor dan Kapasitas Kalor
            Kapasitas kalor adalah jumlah energi kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu sejumlah zat tertentu sebesar 1 K atau 1oC. Jumlah kalor (Q) yang diperlukan untuk menaikkan suhu suatu zat yang diketahui dari sembarang suhu awal (T1) sampai sembarang suhu akhir (T2) dapat ditentukan melalui pemahaman persamaan kalor : Q (kalor) = m x C x ΔT . Dengan m adalah massa benda, c adalah kapasitas kalor spesifik dari zat tertentu, dan ΔT adalah perubahan suhu (Rizal, 2011).
Kalor merupakan suatu perpindahan energi internal. Kalor mengalir dari satu bagian sistem ke bagian lain atau dari suatu sistem ke sistem yang lain karena terdapat perbedaan temperatur. Kalor jenis (c) adalah banyaknya kalor (Q) yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu (T) satu satuan massa (m) benda sebesar satu derajat (Nabawiyah, 2010).
           
2.4 Kapasitas Panas
            Kapasitas panas adalah salah satu thermophysical dasar dan sifat termodinamika bahan makanan. Hal ini secara langsung terkait dengan derivatif suhu termodinamika dasar fungsi dan karena itu sangat diperlukan untuk perhitungan perbedaan fungsi antara temperatur yang berbeda. Hal ini digunakan untuk membangun energi, entropi dan perubahan menghitung dalam reaksi entalpi dengan suhu. Variasi dalam kapasitas panas berfungsi sebagai indikator yang sensitif, fase transisi dan suatu alat penting untuk memahami perubahan dalam struktur solusi cair seperti minyak goreng (Alakali et al, 2012).
            Massa sampel tertentu (m sample) adalah ditetapkan pada suhu awal ditentukan (T1) dan kemudian ditambahkan dalam bejana adiabatik (kalorimeter atau Dewer labu) pada suhu awal ditentukan (T2), yang kapasitas kalorimetrik (C kalorimeter) nya harus diketahui. Kemudian, dicampur dengan massa jenis dari cairan dengan sifat dikenal (air, secara umum – m air, Cp air) di T2 Setelah kesetimbangan termal (di T3, dimana T2<T3<T1), Panas spesifik sampel (Cp sample) dengan demikian diperoleh dari keseimbangan energi menggunakan Persamaan 1:7 (Oliveira et al, 2012)




BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Minggu, 1 Desember 2013 di Laboratorium Teknik Bioproses Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram.

3.2  Alat dan Bahan Praktikum
3.2.1 Alat-alat praktikum
Alat-alat yang digunakan pada praktikum ini antara lain timbangan analitik, kompor listrik, kalorimeter, gelas piala, thermometer, stopwatch dan  pengaduk.
3.2.2 Bahan-bahan praktikum
Bahan-bahan praktikum yang digunakan pada praktikum ini adalah susu Indomilk, susu Frisian Flag, susu Kremer, susu Enak dan air mineral.

3.3 Prosedur Kerja
Langkah-langkah kerja yang dilakukan pada praktikum adalah sebagai berikut :
1.    Diamati komposisi kimia susu seperti kandungan karbohidrat, protein, lemak, air dan mineral pada keempat jenis susu.
2.    Dihitung dengan rumus Heldman dan Singh (1981).
3.    Disiapkan 100 ml air. 
4.    Dipanaskan dengan menggunakan kompor listrik sampai mendidih.
5.    Diukur suhu dengan menggunakan setelah air mendidih.
6.    Ditimbang 100 gr salah satu merk susu dengan menggunakan timbangan analitik.
7.    Dicampur 100 ml air dengan 100 gr susu, kemudian diaduk sampai menjadi larutan.
8.    Diukur suhu awal dengan menggunakan thermometer.
9.    Dipanaskan sampai mendidih.
10.    Diukur suhu akhir menggunakan thermometer.
11.    Diukur suhu larutan susu dengan interval 2 menit selama 6 menit.
12.    Dicatat hasil pengukuran pada tabel 3.
13.    Diulangi langkah no. 6 sampai no. 12 pada ketiga merk susu lainnya.

BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN
4.1 Hasil Pengamatan
Tabel 1. Kandungan Gizi Susu Tiap 100 Gram
Komposisi
Frisian Flag (g)
Kremer
(g)
Indomilk
(g)
Enak
(g)
Karbohidrat (Xc)
57,14
57,14
57,14
57,14
Protein (Xp)
2,38
2,38
7,14
2,38
Lemak (Xl)
10,71
9,25
8,33
9,52
Mineral (Xm)
0,011
0,02
0,03
0,03
Kalsium
0,002
0,005
0,005
0.0066
Fosfor
0,002
0,005
0,005
0,005
Kalium
0,0003
-
0,001
-
Natrium
0,0003
0,00066
0,00066
0,00066
Air (Xa)
29,76
30,82
27,36
30,93

Tabel 2. Pengamatan Suhu Awal dan Akhir Susu dan Air
Jenis Susu
Massa (g)
Tawal (oC)
Takhir (oC)
Air
Susu
Air
Susu
Air
Susu
Indomilk
100
100
28
28
90
88
Frisian Flag
100
100
28
28
90
90
Enak
100
100
28
28
90
98
Kremer
100
100
28
28
90
97

Tabel 3. Pengamatan Susu Tiap 2 menit
Suhu ke
(menit)
Frisian Flag (oC)
Kremer
(oC)
Indomilk
(oC)
Enak
(oC)
2
69
75
60
65
4
55
56
59
60
6
50
55
57
59


4.2. Perhitungan
1. Frisian Flag
Diketahui:
·      Berat bersih                      = 42 g
·      Kadar karbohidrat            = 24 g
·      Kadar lemak                     = 4,5 g
·      Kadar protein                   = 1 g
·      Kadar fosfor                     = 6%
·      Kadar natrium                  = 1%
·      Kadar kalsium                  = 6%
·      Kadar kalium                    = 1%
·      Suhu air awal                    = 28oC
·      Suhu air akhir                   = 90oC
·      Berat susu                         = 100 g
·      Suhu awal susu                 = 28oC
·      Suhu akhir susu                = 90 oC
-       Fraksi karbohidrat (Xc)     =  x kadar karbohidrat
                                               = g
                                               = 57,14 g
-       Fraksi lemak (Xl)              =  x kadar lemak
                                               =g
                                               = 10,71 g


-       Fraksi protein (Xp)            =  x kadar protein
                                               =g
                                               = 2,38 g
-       Natrium (1%)                =  
                                 =  
                                 = 0,0003 g
-       Kalium (1%)                     =
                                          =
                                          = 0,0003 g
-       Kalsium (6%)                    =
                                              =
                                         = 0,002 g
-       Fosfor (6%)                      =
                                              =
                                         = 0,002 g
-       ∑ Kadar mineral                = fosfor + natrium + kalsium + kalium
                                               = 0,002 g + 0,0003 g + 0,002 g + 0,0003 g
                                               = 0,0046 g
-       Fraksi mineral (Xm)          =  x ∑ kadar mineral
                                               =  x 0,0046
                                               = 0,011 g
1.      Panas Jenis Air
Qair                       = mair x  Cpair x air
                                  = 100 g x 1 Joule/g oC x (90oC – 28oC)
                                  = 100 g x 1 Joule/g oC x 62oC
                                  = 6200 Joule
2.      Panas Jenis Susu
Qair                       = Qsusu
Qair                       = msusu x Cpsusu x  susu
Cpsusu                   =
                       =
                       =
                       = 1 Joule/g oC
-       Fraksi air (Xa)      = mair – Ʃ kandungan gizi
                                        = 100 g – (57,14 g + 10,71 g + 2,38 g + 0,011 g)
                                        = 100 g – 70,24 g
                                        = 29,76 g


3.      Cpsusu dengan Pengujian
Cpsusu                   = (1,424 x Xc) + (1,549 x Xp) + (1,675 x Xl) + (0,937 x Xa)
                                + (4,157 x Xm)
           = (1,424 x 57,14) + (1,549 x 2,38) + (1,675 x 10,71) +                                    (0,937 x 29,75) + (4,157 x 0,011)
                                        = 130,92 Joule/g oC
2. Indomilk
Diketahui:
·      Berat bersih                      = 42 g
·      Kadar karbohidrat            = 24 g
·      Kadar lemak                     = 3,5 g
·      Kadar protein                   = 3 g
·      Kadar fosfor                     = 15%
·      Kadar natrium                  = 2%
·      Kadar kalsium                  = 15%
·      Kadar kalium                    = 3%
·      Suhu air awal                    = 28oC
·      Suhu air akhir                   = 90oC
·      Berat susu                         = 100 g
·      Suhu awal susu                 = 28oC
·      Suhu akhir susu                = 88 oC
-       Fraksi karbohidrat (Xc)     =  × kadar karbohidrat
                                               = g
                                               = 57,14 g

-       Fraksi lemak (Xl)              =  x kadar lemak
                                               =g
                                               = 8,33 g
-       Fraksi protein (Xp)            =  x kadar protein
                                               =g
                                               = 7,14 g
-       Natrium (2%)                =  
                                 =  
                                 = 0,00066 g
-       Kalium (3%)                     =
                                          =
                                          = 0,001 g
-       Kalsium (15%)                  =
                                              =
                                         = 0,005 g

-       Fosfor (15%)                    =
                                              =
                                         = 0,005 g
-       ∑ Kadar mineral (Ʃ m)      = fosfor + natrium + kalsium + kalium
                                               = 0,005 g + 0,00066 g + 0,005 g + 0,001 g
                                               = 0,012 g
-       Fraksi mineral (Xm)          =  x ∑ kadar mineral
                                               =  x 0,012
                                               = 0,03 g
1.      Panas jenis air
Qair                       = mair x  Cpair x air
                                  = 100 g x 1 Joule/g oC x (90oC – 28oC)
                                  = 100 g x 1 Joule/g oC x 62oC
                                  = 6200 Joule
2.      Panas jenis susu
Qair                       = Qsusu
Qair                       = msusu x Cpsusu x susu
Cpsusu                   =
                       =
                       =
                       = 1,03 joule/g oC

-       Fraksi air (Xa)      = Mair – Ʃ kandungan gizi
                                        = 100 g – (57,14 g + 7,14 g + 8,33 g + 0,03 g)
                                        = 100 g – 72,64 g
                                        = 27,36 g
3.      Cpsusu dengan pengujian
Cpsusu                   = (1,424 x Xc) + (1,549 x Xp) + (1,675 x Xl) + (0,937 x Xa)
                              + (4,157 x Xm)
                = (1,424 x 57,14) + (1,549 x 7,14) + (1,675 x 8,33) + (0,937
                    x 27,34) + (4,157 x 0,03)
                                        = 142,17 Joule/g oC
3. Enak
Diketahui:
·      Berat bersih                      = 42 g
·      Kadar karbohidrat            = 24 g
·      Kadar lemak                     = 4 g
·      Kadar protein                   = 1 g
·      Kadar fosfor                     = 15%
·      Kadar natrium                  = 2%
·      Kadar kalsium                  = 20%
·      Suhu air awal                    = 28oC
·      Suhu air akhir                   = 90oC
·      Berat susu                         = 100 g
·      Suhu awal susu                 = 28oC
·      Suhu akhir susu                = 98 oC
-       Fraksi karbohidrat (Xc)     =  × kadar karbohidrat
                                               = g
                                               = 57,14 g
-       Fraksi lemak (Xl)              =  x kadar lemak
                                               =g
                                               = 9,52 g
-       Fraksi protein (Xp)            =  x kadar protein
                                               =g
                                               = 2,38 g
-       Natrium (2%)                =  
                                 =  
                                 = 0,00066 g
-       Kalsium (20%)                  =
                                              =
                                         = 0,0066 g
-       Fosfor (15%)                    =
                                              =
                                         = 0,005 g


-       ∑ Kadar mineral (Ʃ m)      = fosfor + natrium + kalsium
                                               = 0,005 g + 0,00066 g + 0,0066 g
                                               = 0,013 g
-       Fraksi mineral (Xm)          =  x ∑ kadar mineral
                                               =  x 0,013
                                               = 0,03 g
1.    Panas jenis air
Qair                         = Mair x  Cpair x air
                                    = 100 g x 1 Joule/g oC x (90oC – 28oC)
                                    = 100 g x 1 Joule/g oC x 62oC
                                    = 6200 Joule
2.      Panas Jenis Susu
Qair                         = Qsusu
Qair                         = msusu x Cpsusu x susu
Cpsusu                     =
                        =
                        =
                        = 0,88 joule/g oC
-       Fraksi air (Xa)        = Mair – Ʃ kandungan gizi
                                          = 100 g – (57,14 g + 2,38 g + 9,52 g + 0,03 g)
                                          = 100 g – 69,07 g
                                          = 30,93 g


3.      Cpsusu dengan pengujian
Cpsusu                     = (1,424 x Xc) + (1,549 x Xp) + (1,675 x Xl) + (0,937 x Xa) + (4,157 x Xm)
                  = (1,424 x 57,14) + (1,549 x 2,38) + (1,675 x 9,52) + (0,937 x 30,97) + (4,157 x 0,03)
                                          = 130,12 Joule/g oC
4. Kremer
Diketahui:
·      Berat bersih                      = 42 g
·      Kadar karbohidrat            = 24 g
·      Kadar lemak                     = 4 g
·      Kadar protein                   = 1 g
·      Kadar fosfor                     = 15%
·      Kadar natrium                  = 2%
·      Kadar kalsium                  = 15%
·      Suhu air awal                    = 28oC
·      Suhu air akhir                   = 90oC
·      Berat susu                         = 100 g
·      Suhu awal susu                 = 28oC
·      Suhu akhir susu                = 97 oC
-       Fraksi karbohidrat (Xc)     =  × kadar karbohidrat
                                               = g
                                               = 57,14 g
-       Fraksi lemak (Xl)              =  x kadar lemak
                                               =g
                                               = 9,52 g
-       Fraksi protein (Xp)            =  x kadar protein
                                               =g
                                               = 2,38 g
-       Natrium (2%)                =  
                                 =  
                                 = 0,00066 g
-       Kalsium (15%)                  =
                                              =
                                         = 0,005 g
-       Fosfor (15%)                    =
                                              =
                                         = 0,005 g
-       ∑ Kadar mineral (Ʃ m)      = fosfor + natrium + kalsium
                                               = 0,005 g + 0,00066 g + 0,005 g
                                               = 0,01 g



-       Fraksi mineral (Xm)          =  x ∑ kadar mineral
                                               =  x 0,01
                                               = 0,02 g
1.    Panas jenis air
Qair                            = Mair x  Cpair x air
                                       = 100 g x 1 Joule/g oC x (90oC – 28oC)
                                       = 100 g x 1 Joule/g oC x 62oC
                                       = 6200 Joule
2.      Panas jenis susu
Qair                            = Qsusu
Qair                            = msusu x Cpsusu x susu
Cpsusu                        =
                          =
                          =
                          = 0,89 joule/g oC
-       Fraksi air (Xa)          = Mair – Ʃ kandungan gizi
                                             = 100 g – (57,14 g + 2,38 g + 9,52 g + 0,02 g)
                                             = 100 g – 69,06 g
                                             = 30,94 g
3.      Cpsusu dengan pengujian
Cpsusu                        = (1,424 x Xc) + (1,549 x Xp) + (1,675 x Xl) + (0,937 x Xa)  + (4,157 x Xm)
                     = (1,424 x 57,14) + (1,549 x 2,38) + (1,675 x 9,52) + (0,937 x 30,94) + (4,157 x 0,02)
                                             = 130,05 Joule/g oC
BAB V
PEMBAHASAN
Susu merupakan bahan makanan yang paling baik dan dianggap sempurna karena mengandung zat-zat esensial bagi tubuh yaitu protein, karbohidrat, lemak, dan vitamin. Zat-zat esensial itu dapat dicerna dan diabsorpsi sempurna oleh tubuh, 98 % dari protein, 99% dari lemak, dan laktosa dapat dicerna. Protein  merupakan suatu zat makanan yang amat penting bagi tubuh, karena protein dalam zat ini di samping berfungsi sebagai bahan bakar dalam tubuh juga berfungsi sebagai zat pembangun dan zat pengatur.
Berdasarkan hasil pengamatan, susu Kremer dan susu Enak tidak memiliki kandungan kalium, sedangkan susu Indomilk dan dan susu Frisian Flag mengandung kalium. Hal ini disebabkan karena mungkin perusahaan susu tidak menganggap kalium penting untuk ditambahkan dalam susu, kalium dalam jumlah kecil bisa didapatkan dari makanan lain. Untuk kandungan air, rata-rata setiap susu memiliki kandungan air yang hampir sama yaitu 29%.
Penentuan kapasitas panas jenis susu dilakukan dengan menghitung terlebih dahulu kandungan mineral pada tiap-tiap jenis susu. Panas jenis suatu bahan didefinisikan sebagai perbandingan antara kapasitas panas jenis bahan itu dengan kapasitas jenis air. Adanya perbedaan nilai kandungan gizi pada susu  mempengaruhi nilai dari kapasitas panas jenis susu. Untuk mengetahui panas jenis suatu bahan, maka terlebih dahulu dilakukan pengujian terhadap kandungan gizi tiap jenis susu. Nilai dari kapasitas panas jenis tiap susu berarti bahwa susu tersebut berkemampuan untuk menimbulkan perubahan suhu dengan besar tertentu karena adanya panas yang diberikan. Kapasitas panas jenis susu ditentukan dengan menggunakan suhu susu yang telah diukur sebelumnya dengan kalorimeter dan dibandingkan dengan panas jenis air. Berdasarkan  hasil pengamatan dan perhitungan pada pengujian susu Frisian Flag diperoleh mineral total sebanyak 0,011 gr dengan kadar karbohidratnya 57,14 gr, protein sebanyak 2,38 gr, lemak sebanyak 10,71 gr. Panas jenis susu Frisian Flag berdasarkan perbandingan dengan panas jenis air adalah 1 J/g ºC, sedangkan panas jenis dengan pengujian sebesar 130,92 J/g ºC.
Pengujian susu Indomilk didapatkan mineral total sebanyak 0,03 gr dengan kadar karbohidratnya 57,14 gr, protein sebanyak 7,14 gr serta lemak sebanyak 8,33 gr. Sehingga untuk panas jenis air dari susu indomilk 6200 Joule dan panas jenis susu sebanyak 1,03 J/g0C  dengan kapasitas pengujian susu indomilk sebesar 142,17 J/g ºC. Setelah itu dilakukan pengujian susu Enak, didapatkan mineral total sebanyak 0,03 gr dengan kadar karbohidratnya 57,14 gr, protein sebanyak 2,38 gr, lemak sebanyak 9,52 gr. Panas jenis susu Enak sebesar 0,88 J/g oC, sedangkan panas jenisnya dengan  pengujian sebesar 130,12 J/g ºC. Pengujian terakhir adalah pada susu Kremer, mineral total sebanyak 0,02 gr dengan kadar karbohidratnya 57,14 gr, protein sebanyak 2,38 gr, lemak sebanyak 9,25 gr. Panas jenis susu sebesar 0,89 J/goC, panas jenis susu Kremer  dengan pengujian sebesar 130,05 J/g ºC.
Berdasarkan hasil pengamatan, suhu susu Frisian Flag setelah dua menit adalah 65oC, setelah empat menit suhunya menjadi 55oC dan dua menit kemudian menjadi 50oC. Pada susu Kremer suhu setelah dua menit yaitu 75oC, selanjutnya menjadi 56oC dan setelah enam menit suhunya menjadi 55oC. Pada susu Indomilk suhu pengukuran pertama 60oC kemudian menjadi 59oC dan enam menit selanjutnya berubah menjadi 57oC. Perubahan suhu pada susu Enak pada dua menit pertama adalah 65oC menjadi 60oC pada menit ke empat dan setelah enam menit menjadi 59oC. Rata-rata penurunan suhu
Penurunan suhu yang terjadi pada setiap merk susu karena adanya kehilangan kalor selama disimpan dalam kalorimeter. Perubahan kalor ini disebabkan udara dari luar ikut masuk ke dalam kalorimeter saat praktikan memasukkan campuran susu dan air yang sudah dipanaskan. Perbedaan banyaknya panas yang hilang pada setiap jenis merk susu diduga disebabkan oleh ketidaktelitian praktikan saat mengukur suhu susu dalam kalorimeter. Thermometer yang digunakan diangkat terlalu pelan sehingga suhu susu turun drastis. Begitu juga sebaliknya,  jika thermometer diangkat terlalu cepat suhu susu juga akan tetap tinggi bahkan bisa lebih besar dari pengukuran suhu dua menit sebelumnya.
  Berdasarkan hasil pengamatan, susu Indomilk memiliki penurunan suhu yang stabil dibandingkan dengan susu merk lain. Hal itu disebabkan susu Indomilk memiliki panas jenis yang lebih tinggi dari pada merk susu yang lain. Panas jenis susu Indomilk juga tertinggi pada hasil perhitungan, baik saat dibandingkan dengan panas jenis air maupun penentuan panas jenis dengan pengujian. Susu Indomilk juga memiliki kandungan protein paling banyak yaitu 7,14 gram. Sedangkan pada kandungan lemak susu Frisian Flag paling banyak yaitu 10,71 gram. Kandungan mineral merk susu yang paling banyak adalah susu Enak dan Indomilk. Susu Indomilk memiliki panas jenis yang paling besar dari jenis produk susu yang lain yaitu sebesar 1,03 J/goC dan 142,17 J/goC untuk panas jenis dengan pengujian. Perbedaan besarnya panas jenis pada kedua metode perhitungan karena penentuan panas jenis dengan pengujian menggunakan komposisi kandungan gizi setiap merk susu. Sedangkan penentuan panas jenis susu pada perbandingan dengan panas jenis air menggunakan perbedaan suhu dan massa susu.
Setiap jenis produk susu memiliki kapasitas panas jenis, dan nilai kandungan gizi yang berbeda-beda. Faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan kapasitas panas jenis susu antara lain yaitu perbedaan komposisi susu seperti kandungan gizi dan mineralnya, besarnya panas yang diberikan dan massa bahan serta wujud dari bahan yang diukur kapasitas panas jenisnya.


BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan
            Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1.    Komposisi utama susu adalah lemak, protein, laktosa (disakarida), abu dan padatan total (total solid) sejumlah kecil garam mineral, pigmen, enzim, vitamin.
2.    Penentuan kapasitas panas jenis susu dipengaruhi oleh massa bahan, wujud bahan, besarnya panas yang diberikan serta komposisi bahan.
3.    Susu indomilk mempunyai kapasitas panas jenis susu yang paling besar dengan kapasitas panas pengujian 142,17 J/goC.
4.    Susu Indomilk juga memiliki kandungan protein paling banyak yaitu 7,14 gram
5.    Ketidaktelitian praktikan dalam melakukan praktikum bisa menyebabkan kesalahan pada pengamatan.

6.2 Saran
            Adapun saran saya kepada praktikan supaya memahami materi praktikum  dengan baik dan melakukan praktikum dengan teliti serta hati-hati, agar hasil pengamatan tidak keliru.


 DAFTAR PUSTAKA
Akhirudin, T., 2008. Desain Alat Destilasi Air Laut dengan Sumber Energi Tenaga Surya sebagai Alternatif Penyediaan Air Bersih. IPB Press. Bogor
Alakali, Joseph S., Sunday O. Eze, and Michael O. Ngadi., 2012. Influence of Variety and Processing Methods on Specific Heat Capacity of Crude Palm Oil. International Journal of Chemical Engineering and Applications, Vol. 3 (5) : 300 – 302. McGill University. Canada

Almatsier, S., 2010. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Pustaka Gramedia Utama. Jakarta

Anonim a, 2008. Modul Praktikum Mekanika Fluida. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto

Anonim a, 2008. Modul Praktikum Mekanika Fluida. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto

Anonim b, 2013. Mekanika Fluida. http://id.wikipedia.org/wiki/Mekanika_fluida. (Diakses pada tanggal 3 Desember 2013)

Anonim b, 2013. Mekanika fluida. http://id.wikipedia.org/wiki/Mekanika_fluida. (Diakses pada tanggal 3 Desember 2013)

 Anonim, 2007. Petunjuk Praktikum Satuan Operasi. Fakultas Pertanian.    Universitas Mataram. Mataram

Anonim, 2010. Kalorimeter. www.sarjanaku.com. (Diakses pada tanggal 3 Desember 2013)

Anonim, 2012. Peralatan Pengecilan Ukuran. http://agroindustrialis.blogspot. com/2012/06/peralatan-pengecil-ukuran-size.html. (Diakses pada hari Kamis, 19 desember 2013)

Arutanti, Osi dan Mikrajuddin Abdullah, Khairurrijal, dan Hernawan Mahfudz. 2009. Penjernihan Air Dari Pencemar Organik dengan Proses Fotokatalis pada Permukaan Titanium Dioksida (TiO2) . Jurnal Nanosains & Nanoteknologi ISSN 1979-0880

Budiarti, Akhmad. 2009.,  Teknologi Sederhana. Erlangga. Jakarta

Choirunnisa, F., 2009. Dasar-Dasar Keteknikan Pengolahan. Liberty. Yogyakarta
Fathi, 2013. Laporan Praktikum Mekanika Fluida. http://binderismine. blogspot.com/2013/01/laporan-praktikum-mekanika-fluida.html. (Diakses pada tanggal 3 Desember 2013)

Fathi, 2013. Laporan Praktikum Mekanika Fluida. http://binderismine. blogspot.com/2013/01/laporan-praktikum-mekanika-fluida.html. (Diakses pada tanggal 3 Desember 2013)

Giancoly, D.C., 2001. Fisika Jilid 1(Terjemahan). Erlangga. Jakarta

Gibbs, K. 2008. Advanced Physics. Cambridge University Press. New York

Intan, Sunita., 2013. Filtrasi Air Limbah. http://sunitaintan.blogspot.com/ 2013/01/filtrasi-air-limbah.html. (Diakses pada hari Rabu 11 Desember 2013)

Ismanilda. A., 2011. Ilmu Pangan Lanjut. Liberty. Yogyakarta

Jennes, 2005. Teori dan Prosedur mutu susu. Jilid 1. Liberty.Yogya

Juliastuti, E., 2002. Fisika Universitas. Erlangga. Jakarta

Karmana, O., 2009. Pengantar Fisika Teknik. Rhineka Cipta. Jakarta

Lukman, D., 2013. Kerusakan Pangan. http://higiene-pangan.blogspot.com/2013/ 07/kerusakan-pangan.html. (Diakses pada hari Selasa, 17 Desember 2013)

Munson and Young., 2009. Fundamentals of Fluids Mechanics, ed. 4. Erlangga. Jakarta

Munson and Young., 2009. Fundamentals of Fluids Mechanics, ed. 4. Erlangga. Jakarta

Nabawiyah, Khilfatin & Ahmad Abtokhi., 2010. Penentuan Nilai Kalor dengan Bahan Bakar Kayu Sesudah Pengeringan serta Hubungannya dengan Nilai Porositas Zat Padat. Jurnal Neutrino, Vol.3 (1) : 13 – 20. UIN Maulana Malik Ibrahim. Malang

Nurmaed, Im., 2012. Laporan Praktikum Destilasi. http://imnurmaed.blogspot.com/ 2012/12/laporan-rktikum-destilasi.html. (Diakses pada hari Rabu 11 Desember 2013)

Oliveira, J. M., Lessio, B. C., Morgante, C. M., Santos, M. M. and Augusto, P. E. D. 2012. Specific Heat (Cp) Of Tropical Fruits: Cajá, Cashew Apple, Cocoa, Kiwi, Pitanga, Soursop Fruit And Yellow Melon. International Food Research Journal 19 (3) : 811-814. Unicamp. Brazil Petrucci
Pauliza, O., 2008. Fisika Kelompok Teknologi. Grafindo Media Pratama. Jakarta

Purwanto, B., 2009. Fisika Dasar 1. Liberty. Yogyakarta

Rizal, 2011. Kalorimeter. www.ocayarizal.blogspot.com. (Diakses pada tanggal 3 Desember 2013)

Sahara, Z., 2010. Sifat Reologi Bahan Pangan. Andi Offset. Yogyakarta

Saloko, S., 1997. Petunjuk Praktikum Satuan Operasi. Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Mataram

Sebayang, D., 1986. Teori Elastisitas. Erlangga. Jakarta

Setyaningsih, D., 2011. Teknologi Isolasi Minyak Atsiri. Liberty. Yogyakarta

Sinell, HJ.,  1992.  Einführung in Die Lebensmittel Hygiene  3. Überarbeitete Auflage. Verlag Paul Parley. Berlin

Sudiana. P., 2005. Dasar-Dasar Fisika. Binaputra Aksara. Jakarta

Sugiharto, 1987. Gelombang dan Medan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta

Supardi, N. I., 2007. Pengecilan Ukuran Produk Pertanian. Andi Offset. Yogyakarta
Sutrisno, E.T., 2010. Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Universitas Pasundan Press. Bandung

Syarief, R., 1998. Pengetahuan Bahan Industri Pertanian. Mediatama Sarana Prakasa. Jakarta

Tandra, 2011. Laporan Praktikum Konversi Satuan. http://rianrtandra. wordpress.com/2011/10/20/laporan-praktikum-satuan-operasi-i-konversi-satuan.html. (Diakses pada hari Minggu, 22 Desember 2013)

Utami, Isni., 2009. Mekanika Fluida. www.lontar.ui.ac.id (Diakses pada tanggal 3 Desember 2013)

Walker, J., 2008. Dasar-Dasar Fisika (Terjemahan). Binaputra Aksara. Jakarta













No comments:

Post a Comment