BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia
memiliki jumlah penduduk keempat terbanyak di dunia. Masyarakat di Indonesia
dengan sejuta permasalahannya adalah sesuatu yang sudah biasa. Salah satu
permasalahannya adalah kekurangan air bersih untuk keperluan sehari-hari, baik
untuk mencuci, mandi maupun untuk minum. Sumber air di masyarakat tercemar oleh
imbah pabrik dan limbah rumah tangga yang dapat berbentuk padat maupun cair. Air yang tercemar
limbah ini biasanya penuh dengan bakteri, berbau tidak enak, berwarna coklat
hingga hitam dan dengan rasa yang tentunya tidak enak juga. Jika digunakan oleh
masyarakat, dikhawatirkan akan membawa penyakit yang bisa membahayakan
kesehatan. Salah satu cara untuk menjernihkan air limbah adalah dengan cara
melakukan filtrasi. Filtrasi merupakan suatu metode pemisahan air (misal air
kali yang kotor) berdasarkan ukuran partikel. Filtrasi juga dapat diartikan
sebagai proses penyaringan zat cair melalui filter, dimana bagian padatan
tertahan pada media filter. Dengan filtrasi kita dapat memperoleh air yang lebih
bersih dan steril. Oleh karena itu, perlu dilakukan praktikum mengenai metode
filtrasi.
1.2 Tujuan Praktikum
Praktikum ini dilakukan
dengan tujuan untuk mengetahui mekanisme filtrasi pada air limbah.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Pengertian Filtrasi
Filtrasi adalah pembersihan
partikel padat dari suatu fluida dengan melewatkannya pada medium penyaringan,
atau septum, yang di atasnya
padatan akan terendapkan. Range
filtrasi pada industri mulai dari penyaringan sederhana hingga pemisahan yang
kompleks. Fluida yang difiltrasi dapat berupa cairan atau gas; aliran yang
lolos dari saringan mungkin saja cairan, padatan, atau keduanya. Oleh karena
varietas dari material yang harus disaring beragam dan kondisi proses yang
berbeda, banyak jenis penyaring telah dikembangkan (Anonim, 2007).
Cara filtrasi juga dipakai
untuk memisahkan zat-zat yang kelarutannya berbeda, misalnya gula yang dikotori
pasir dimasukkan ke dalam air, gula akan melarut, sedangkan pasir tidak.
Melalui penyaringan, gula yang larut itu akan turun sebagai filtrate. Lalu
filtrate diuapkan sehingga diperoleh gula padat yang bersih. Pada industri PAM,
salah satu proses awalnya adalah penyaringan air kotor melalui filter bed,
yaitu lapisan air di atas, kerikil di tengah, dan batu besar di bawah. Air saringan
diolah lebih lanjut (Budiarti, 2009).
2.2 Manfaat Filtrasi
Air
keruh yang digunakan bisa berasal dari mana saja, misalnya sungai, rawa,
telaga, sawah, sawah, air kotor lainnya. Filtrasi dapat menghilangkan bau yang
tidak sedap pada air yang keruh, dapat mengubah warna air yang keruh menjadi
lebih bening, menghilangkan pencemar yang ada dalam air atau mengurangi
kadarnya agar air dapat dilayak untuk minum cara ini berguna untuk desa yang
masih jauh dari kota dan tempat terpencil (Intan, 2013).
2.2 Pencemaran Air
Untuk mengetahui pencemaran air
sungai digunakan kombinasi parameter fisika, kimia dan biologi. Tetapi sering
hanya digunakan paramerter fisika seperti temperatu, warna, bau, rasa dan
kekeruhan air, ataupun parameter kimia seperti: partikel terlarut, kebutuhan
oksigen biokimia (BOD), partikel tersuspensi (SS), amonia (NH3). Bahan-bahan
polutan bagi pencemaran air dalam bentuk pencemaran fisika, kimia dan biologi
dibagi menjadi 8 kelompok yaitu:
1.
Agen penyebab penyakit (bakteri, virus, protozoa,
parasit).
2.
Limbah penghabis oksida (limbah rumah tangga,
kotoran hewan dan manusia, bahan organik dan sebagainya).
3.
Bahan kimia yang larut dalam air (asam, garam,
logam beracun dan senyawa lainnya).
4.
Pupuk anorganik (garam nitrat dan fosfat yang terlarut).
5.
Bahan kimia organik (minyak, bensin, plastik,
pestisida).
6.
Bahan sedimen atau suspensi (parikel tanah, pasir
dan bahan anorganik lainnya yang melayang dalam air).
7.
Bahan-bahan radioaktif.
8.
Panas.
Polutan biologis berasal dari
kotoran manusia yang mengandung bakteri, virus, protozoa atau parasit lainnya
yang mencemari sungai atau sumur atau mata air (Nurmaed, 2012).
Air memiliki sifat pelarut
yang baik sehingga dapat melarutkan bahan-bahan organik sisa-sisa
pembuangan(limbah). Bahan-bahan organik yang terlarut ini akan mengalami
penguraian dan pembusukan,peristiwa inilah yang menyebapkan air menjadi
tercemar. Air yang tercemar ini mempunyai kadar oksigen yang menurun dratis
sehingga biota air akan mati. Ciri-ciri air yang tercemar dapat dilihat secara kualitatif
yaitu warna, viskositas dan bau (Arutanti, 2009).
BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum
Praktikum
ini dilaksanakan pada hari Minggu, 1 Desember di Lapangan Parkir Fakultas
Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram.
3.2. Alat dan Bahan
Praktikum
3.2.1. Alat-alat Praktikum
Adapun alat-alat yang
digunakan dalam praktikum ini adalah alat filtrasi, galon, stopwatch, dan gelas ukur dan ember.
3.2.2. Bahan-bahan Praktikum
Bahan-bahan yang digunakan
pada praktikum ini adalah air limbah, pasir, arang, ijuk dan kerikil.
3.3. Prosedur Kerja
Adapun langkah- langkah
kerja yang dilakukan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.
Disiapkan peralatan praktikum.
2.
Diisi tabung filtrasi dengan air limbah kemudian ditambahkan
tanah kedalamnya.
3.
Dibuka keran pertama dan kedua.
4.
Diperiksa tingkat kekeruhan air pada
tangki pertama dan kedua, kemudian diperiksa air filtrasi (hasil filtrasi) pada
tangki kedua.
5.
Ditutup semua keran, kemudian
dipersiapkan stopwatch.
6.
Dicatat data setiap lima menit, berapa volume filtrat yang
ditampung dengan gelas ukur.
BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN
4.1. Hasil Pengamatan
Tabel 12. Pengamatan Filtrasi 5 Menit
No
|
Waktu
(menit)
|
Volume
(m3)
|
Y
t(A/V)
(s/m)
|
X
(V/A)
(m)
|
X2
(m)
|
x-y
|
1
|
6x5=30
|
0,026
|
957,69
|
0,031
|
0,0961
|
-957,659
|
2
|
6x5=30
|
0,005
|
9960
|
0,006
|
0,00036
|
-959,9
|
3
|
6x5=30
|
0,0201
|
3716,42
|
0,024
|
0,0576
|
-3716,4
|
4
|
6x5=30
|
0,0226
|
4407,1
|
0,027
|
0,0729
|
-4406,9
|
5
|
6x5=30
|
0,0285
|
4368,42
|
0,034
|
0,1156
|
-4368,4
|
6
|
6x5=30
|
0,0162
|
9222,3
|
0,019
|
0,0361
|
-9222,28
|
7
|
6x5=30
|
0,022
|
7922,73
|
0,027
|
0,0729
|
-7922,71
|
8
|
6x5=30
|
0,02305
|
8642,68
|
0,028
|
0,0784
|
-8642,05
|
Jumlah
|
0,16345
|
49196,74
|
0,196
|
0,005
|
-31459,5
|
|
Rata-Rata
|
0,02043
|
6149,59
|
0,0245
|
0,0006
|
Tabel 13. Pengamatan Bau dan Warna
No
|
Sebelum
|
Sesudah
|
||
Bau
|
Warna
|
Bau
|
Warna
|
|
1
|
Sangat bau
|
Sangat keruh
|
Amis
|
Keruh
|
2
|
Sangat bau
|
Sangat keruh
|
Sangat amis
|
Sangat keruh
|
3
|
Amis
|
Keruh
|
Amis
|
Agak Bening
|
4
|
Sangat bau
|
Sangat keruh
|
Agak amis
|
Agak bening
|
5
|
Sangat bau
|
Sangat keruh
|
Amis
|
Bening
|
6
|
Sangat bau
|
Sangat keruh
|
Agak amis
|
Bening
|
7
|
Sangat bau
|
Sangat keruh
|
Tidak ada bau
|
Bening
|
8
|
Sangat bau
|
Sangat keruh
|
Tidak ada bau
|
Bening
|
4.2 Hasil Perhitungan
Diketahui :
r = 22 cm = 0,22 m
t = 60 cm = 0,6 m

= 0,83 m2
Penentuan Nilai y
Y1 = t 

= 30 

= 957,69 s/m
Y2 = t 

= 60

= 9960 s/m
Y3 = t 

= 90 

= 3716,42 s/m
Y4 = t 

= 120 

= 4407,1 s/m
Y5 = t 

= 150 

= 4368,42 s/m
Y6 = t 

= 180 

= 9222,3 s/m
Y7 = t 

= 210 

= 7922,73 s/m
Y8 = t 

= 240 

= 8642,08 s/m

= 957,69+9960+3716,42+4407,1+4368,42+9222,3+7922,73+8642,08
= 49196,74 s/m


= 

= 6149,59 s/m
Penentuan Nilai x
xi =
,4,5,6,7,8

x1 =

= 

= 0,031 m
x2 = 

= 

= 0,006 m
X3 =


= 

= 0,024 m
X4 = 

= 

= 0,027 m
X5 = 

= 

= 0,034 m
X6 = 

= 

= 0,019 m
X7 = 

= 

= 0,027 m
X8 =


= 

= 0,028m

=
0,031+0,006+0,024+0,027+0,034+0,019+0,027+0,028
= 0,196


=

= 0,0245 s/m

=
0,0961+0,00036+0,0576+0,0729+0,1156+0,0361+0,0729+0,0784
= 0,005


= 

= 0,0006 m
Penentuan Nilai (xi - yi)
(x1 – y1)
= (0,031 – 957,69)
= -957,659
(x2 – y2) = (0,006 – 9960)
= -959,9
(x3 – y3)
= (0,024 – 3716,42)
= -3716,4
(x4– y4)
= (0,027–4407,1 )
= -4406,9
(x5– y5)
= (0,034– 4368,42)
= -4368,4
(x6 – y6)
= (0,019 –9222,3)
= -9222,281
(x7 – y7)
= (0,027– 7922,73)
= -7922,71
(x8 – y8)
= (0,028 – 8642,08)
= -8642,05

=(-957,659)+(-959,9)+(-3716,4)+(-4406,9)+(-4368,4)+(-9222,281)
+(-7922,71)+(-8642,05)
=
-31459,5
Penentuan Nilai b
b = 

= 

= 

= -62599750
a = y – bx
= 6149,59 – (-62599750 x 0,0245)
= 6149,59 – (-1533693,8)
= 1539843,39
BAB V
PEMBAHASAN
Filtrasi merupakan suatu
cara pemisahan zat padat dari fluida melalui filter yang berpori. Prinsip kerja
filtrasi umumnya sama dengan destilasi, hanya saja perbedaannya terletak pada
media yang digunakan. Filtrasi menggunakan media filter dan beda tegangan
sedangkan pada destilasi menggunakan bantuan radiasi surya. Cara filtrasi
dipakai untuk memisahkan zat-zat yang kelarutannya berbeda-beda atau
berdasarkan perbedaan ukuran partikel.
Air limbah yang diambil dari
kali dituang kedalam bak penampung air limbah, kemudian dicampur dengan tanah
agar menjadi lebih keruh. Air limbah kemudian akan melewati pipa menuju tangki
filtrasi yang kemudian disaring dengan empat filter yaitu, pasir, kerikil,
serabut dan yang terakhir arang. Air hasil filtrasi kemudian ditampung dengan
menggunakan gelas ukur untuk mengetahui volume air yang diperoleh. Berdasarkan
hasil pengamatan dan perhitungan, setiap kelompok melakukan filtrasi sebanyak 6 kali ulangan
dengan interval 5 menit. Kemudian volume air filtrat dirata-ratakan dan dari
delapan kali pengamatan hasil filtrat rata-ratanya adalah 0,02043 m3.
Nilai Y rata-rata yang didapat adalah 674,20 s/m, nilai X rata-rata 0,2245 m,
dan nilai X2 sebesar 0,0558.
Alat filtrasi yang digunakan
dalam praktikum ini terdiri dari bak penampung, pipa, tangki filtrasi yang
berbentuk tabung, dan wadah hasil filtrasi yang berupa gelas ukur. Bak
penampung ini merupakan bak yang digunakan untuk menampung air limbah atau air kali
yang kotor yang akan di filtrasi. Tangki yang berbentuk tabung mempunyai fungsi
untuk sebagai media penyaringan. Antara bak penampung dan tangki dihubungkan
dengan pipa tempat mengalirnya air. Di dalam tangki ini terdapat empat lapisan
yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Lapisan pertama berupa lapisan pasir
yang memilki fungsi untuk menyaring kotoran pada air tercemar yang berukuran
makro (besar). Lapisan kedua berupa lapisan kerikil yang berfungsi sebagai
penjernih air. Lapisan ijuk berfungsi untuk membersihkan air tercemar dari
kotoran-kotoran yang berukuran mikro (kecil-kecil) termasuk bakteri dan parasit
lainnya. Lapisan terakhir yaitu berupa arang yang memilki fungsi sebagai
penghilang bau, penjernihan warna, dan rasa akibat zat-zat hasil sisa filtrasi
sebelumnya. Bagian terakhir filtrasi adalah berupa wadah hasil filtrasi adalah
berupa gelas ukur yang berfungsi untuk mengukur berapa jumlah air hasil
filtrasi. Air hasil filtrasi dialirkan melalui pipa kemudian jatuh pada gelas
ukur penampung.
Alat filtrasi akan berfungsi
dengan baik jika komponen penyusunnya dalam keadaan baik pula. Seperti, tidak
ada kebocoran dalam bak penampung, pipa, dan tabung filtrasinya. Filter yang
tidak diganti dalam waktu lama juga akan mengurangi kemampuannya dalam membersihkan
air limbah. Setiap lapisan filter harus diganti secara berkala agar
kotoran-kotoran yang disaring tidak menumpuk dan justru menjadi penyebab air
yang disaring menjadi kotor lagi.
Berdasarkan hasil percobaan,
dari awal hingga akhir proses filtrasi yang
dilakukan praktikan menghasilkan suatu filtrat yang mempunyai warna yang agak
bening yang awalnya sebelum disaring berwarna sangat keruh. Sedangkan bau
sebelum difiltrasi adalah amis, setelah dilakukan filtrasi bau amis air menjadi
hilang, sedangkan pada pengulangan kelima dan keenam air filtrat berbau lumpur.
Perubahan yang terjadi karena kotoran makro disaring oleh pasir, kemudian
kerikil menjernihkan air dan serabut sebagai penghilang kotoran mikro. Bau air
limbah yang hilang karena diserap oleh arang. Air limbah yang mengandung banyak
kotoran dan berwarna sangat keruh disaring oleh empat lapisan yang ada dalam
tabung filtrasi yaitu pasir, kerikil, serabut/ijuk dan arang. Perbedaan bau air
hasil filtrasi yang berbeda karena media filter pada tabung filtrasi belum
diganti. Air filtrat yang dihasilkan tidak terlalu bening karena, filter sudah
digunakan terlalu sering dan perlu diganti.
Faktor-faktor yang
mempengaruhi proses filtrasi antara lain adanya pengaruh tekanan pada medium
filter (alat filtrasi), luas penampang alat filtrasi, kecendrungan suatu bahan
pada air limbah yang berpengaruh pada media alat filtrasi, penambahan beberapa bahan pada alat filtrasi,
dan pengaruh waktu terhadap hasil filtrat. Semakin tebal lapisan media filter,
maka luas permukaan penahan partikel-partikel semakin besar dan jarak yang
ditempuh oleh air semakin panjang. Semakin rendah
kualitas air yang akan difilter, maka akan semakin memerlukan pengolahan yang
sempurna atau kompleks Semua faktor tadi dapat mempengaruhi apakah hasil
yang didapat sesuai atau tidak dengan tujuan dari percobaan yang dilakukan.
Alat filtrasi sangat berguna
bagi masyarakat yang kekurangan sumber air bersih. Filtrasi
dapat menghilangkan bau yang tidak sedap pada air yang keruh, dapat mengubah
warna air yang keruh menjadi lebih bening, menghilangkan pencemar yang ada
dalam air atau mengurangi kadarnya agar air layak untuk digunakan mencuci,
mandi dan keperluan sehari-hari lainnya, cara ini berguna untuk desa yang masih
jauh dari kota dan tempat terpencil. Air yang dihasilkan dari proses filtrasi
mungkin tidak bisa langsung diminum karena kehigienisannya masih diragukan dan
ditakutkan bisa menyebabkan penyakit bagi masyarakat yang mengkonsumsinya. Oleh
karena itu, perlu dilakukan proses filtrasi selanjutnya dengan teknologi yang
lebih maju dan modern agar didapatkan filtrat yang bersih, murni, sehat,
higienis dan dapat langsung diminum.
BAB VI
PENUTUP
6.1
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan
dan pembahasan dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain:
1.
Filtrasi adalah cara pemisahan zat padat
dari cairan melalui saringan atau filter yang berpori, untuk menghasilkan air
yang bersih.
2.
Hasil filtrat rata-ratanya adalah 0,02043 m3.
Nilai Y rata-rata yang didapat adalah 674,20 s/m, nilai X rata-rata 0,2245 m,
dan nilai X2 sebesar 0,0558.
3.
Alat filtrasi yang digunakan terdiri dari bak penampung,
pipa, tangki filtrasi yang berbentuk tabung, dan wadah hasil filtrasi yaitu
gelas ukur.
4.
Tabung filtrasi berisi lapisan pasir, kerikil, ijuk/serabut
dan arang.
5.
Air limbah setelah disaring berwarna agak bening dan tidak
berbau.
6.
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses filtrasi antara lain,
tekanan alat filtrasi, luas penampang alat filtrasi, penambahan beberapa bahan
pada alat filtrasi, pengaruh waktu terhadap hasil filtrat, tinggi rendahnya
kotoran dalam air limbah dan lain-lain.
6.2
Saran
Adapun
saran dari penulis adalah untuk praktikum selanjutnya praktikan harus melakukan
pengamatan dengan teliti. Alat praktikum diperbaiki atau diganti dengan alat yang lebih bagus.
DAFTAR PUSTAKA
Akhirudin, T., 2008. Desain
Alat Destilasi Air Laut dengan Sumber Energi Tenaga Surya sebagai Alternatif
Penyediaan Air Bersih. IPB Press. Bogor
Alakali,
Joseph S., Sunday O. Eze, and Michael O. Ngadi., 2012. Influence of Variety and Processing
Methods on Specific Heat Capacity of Crude Palm Oil. International Journal
of Chemical Engineering and Applications, Vol. 3 (5) : 300 – 302. McGill
University. Canada
Almatsier,
S., 2010. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Pustaka
Gramedia Utama. Jakarta
Anonim a, 2008. Modul Praktikum
Mekanika Fluida. Universitas Jenderal Soedirman.
Purwokerto
Anonim a, 2008. Modul
Praktikum Mekanika Fluida. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto
Anonim b,
2013. Mekanika Fluida. http://id.wikipedia.org/wiki/Mekanika_fluida.
(Diakses pada tanggal 3 Desember 2013)
Anonim b, 2013. Mekanika fluida. http://id.wikipedia.org/wiki/Mekanika_fluida.
(Diakses pada tanggal 3 Desember 2013)
Anonim, 2007. Petunjuk Praktikum Satuan Operasi. Fakultas Pertanian. Universitas Mataram. Mataram
Anonim, 2012. Peralatan Pengecilan
Ukuran. http://agroindustrialis.blogspot.
com/2012/06/peralatan-pengecil-ukuran-size.html. (Diakses pada hari
Kamis, 19 desember 2013)
Arutanti, Osi dan
Mikrajuddin Abdullah, Khairurrijal, dan Hernawan Mahfudz. 2009. Penjernihan Air Dari Pencemar Organik dengan
Proses Fotokatalis pada Permukaan Titanium Dioksida (TiO2) . Jurnal
Nanosains & Nanoteknologi ISSN 1979-0880
Budiarti, Akhmad. 2009., Teknologi Sederhana. Erlangga. Jakarta
Choirunnisa, F., 2009. Dasar-Dasar Keteknikan Pengolahan.
Liberty. Yogyakarta
Fathi, 2013. Laporan Praktikum Mekanika Fluida. http://binderismine. blogspot.com/2013/01/laporan-praktikum-mekanika-fluida.html.
(Diakses pada tanggal 3 Desember 2013)
Fathi, 2013. Laporan Praktikum
Mekanika Fluida. http://binderismine. blogspot.com/2013/01/laporan-praktikum-mekanika-fluida.html.
(Diakses pada tanggal 3 Desember 2013)
Giancoly,
D.C., 2001. Fisika Jilid 1(Terjemahan).
Erlangga. Jakarta
Gibbs, K. 2008. Advanced
Physics. Cambridge University Press. New York
Intan, Sunita., 2013. Filtrasi Air Limbah. http://sunitaintan.blogspot.com/
2013/01/filtrasi-air-limbah.html. (Diakses pada hari Rabu 11
Desember 2013)
Ismanilda. A.,
2011. Ilmu Pangan Lanjut. Liberty.
Yogyakarta
Jennes, 2005. Teori dan
Prosedur mutu susu. Jilid 1. Liberty.Yogya
Juliastuti, E., 2002. Fisika Universitas. Erlangga. Jakarta
Karmana, O., 2009. Pengantar Fisika Teknik. Rhineka Cipta. Jakarta
Lukman, D.,
2013. Kerusakan Pangan. http://higiene-pangan.blogspot.com/2013/
07/kerusakan-pangan.html. (Diakses pada hari Selasa, 17 Desember
2013)
Munson and Young., 2009. Fundamentals
of Fluids Mechanics, ed. 4. Erlangga. Jakarta
Munson and Young., 2009. Fundamentals
of Fluids Mechanics, ed. 4. Erlangga. Jakarta
Nabawiyah,
Khilfatin & Ahmad Abtokhi., 2010. Penentuan Nilai Kalor dengan Bahan Bakar
Kayu Sesudah Pengeringan serta Hubungannya dengan Nilai Porositas Zat
Padat. Jurnal Neutrino, Vol.3 (1) : 13 – 20. UIN Maulana Malik Ibrahim. Malang
Nurmaed, Im., 2012. Laporan
Praktikum Destilasi. http://imnurmaed.blogspot.com/
2012/12/laporan-rktikum-destilasi.html. (Diakses pada hari Rabu 11
Desember 2013)
Oliveira,
J. M., Lessio, B. C., Morgante, C. M., Santos, M. M. and Augusto, P. E. D.
2012. Specific Heat (Cp) Of Tropical
Fruits: Cajá, Cashew Apple, Cocoa, Kiwi, Pitanga, Soursop Fruit And Yellow
Melon. International Food Research Journal 19 (3) : 811-814. Unicamp. Brazil
Petrucci
Pauliza, O., 2008. Fisika Kelompok Teknologi. Grafindo
Media Pratama. Jakarta
Purwanto, B., 2009. Fisika Dasar 1. Liberty. Yogyakarta
Sahara, Z.,
2010. Sifat Reologi Bahan Pangan.
Andi Offset. Yogyakarta
Saloko, S., 1997. Petunjuk Praktikum Satuan Operasi. Fakultas
Pertanian Universitas Mataram. Mataram
Sebayang, D.,
1986. Teori Elastisitas. Erlangga.
Jakarta
Setyaningsih,
D., 2011. Teknologi Isolasi Minyak Atsiri. Liberty. Yogyakarta
Sinell,
HJ., 1992. Einführung
in Die Lebensmittel Hygiene 3. Überarbeitete
Auflage. Verlag Paul Parley. Berlin
Sudiana. P., 2005. Dasar-Dasar Fisika. Binaputra Aksara.
Jakarta
Sugiharto, 1987. Gelombang dan Medan. Departemen Pendidikan
dan Kebudayaan. Jakarta
Supardi, N. I., 2007. Pengecilan Ukuran Produk Pertanian. Andi Offset. Yogyakarta
Sutrisno,
E.T., 2010. Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Universitas Pasundan Press.
Bandung
Syarief, R., 1998. Pengetahuan
Bahan Industri Pertanian. Mediatama Sarana Prakasa. Jakarta
Tandra, 2011. Laporan Praktikum Konversi Satuan. http://rianrtandra.
wordpress.com/2011/10/20/laporan-praktikum-satuan-operasi-i-konversi-satuan.html.
(Diakses pada hari Minggu, 22 Desember 2013)
Utami, Isni.,
2009. Mekanika Fluida.
www.lontar.ui.ac.id (Diakses pada tanggal 3 Desember 2013)
Walker, J.,
2008. Dasar-Dasar Fisika (Terjemahan).
Binaputra Aksara. Jakarta
No comments:
Post a Comment