BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Klimatologi pertanian merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan tentanng hubungan antara keadaan cuaca dan problema-problema khusus kegiatan
pertanian, terutama membahas pengaruh perubahan cuaca dalam jangka pendek.
Pengamatan dan penelaahan ditekankan pada data unsur cuaca mikro yakni keadaan
dari lapisan atmosfer permukaan bumi kira-kira setinggi tanaman atau obyek
pertanian tertentu yang bersangkutan. Selain itu dalam hubungan yang luas,
klimatologi pertanian mencakup pula lama musim pertanian, hubungan antara laju
pertumbuhan tanaman atau hasil panen dengan faktor atau unsur-unsur cuaca dari
pengamatan jangka panjang.
Untuk menentukan iklim suatu tempat atau daerah diperlukan data cuaca yang
telah terkumpul lama (10-30 tahun)yang didapatkan dari hasil pengukuran cuaca
dengan alat ukur yang khusus atau instrumentasi klimatologi. Alat‑alat yang
digunakan harus tahan lama dari pengaruh‑pengaruh buruk cuaca untuk dapat
setiap waktu mengukur perubahan cuaca. Alat dibuat sedemikian rupa agar hasil
pengukuran tidak berubah ketelitiannya. Pemeliharaan alat yang baik membawa
keuntungan pemakaian lebih lama.
Pemasangan alat di tempat terbuka
memerlukan persyaratan tertentu agar tidak salah ukur, harus difikirkan tentang
halangan dari bangunan‑bangunan ataupun pohon‑pohon di dekat alat. Agar data
yang diperoleh dapat dibandingkan, kemudian perbedaan data yang didapat
bukanlah akibat kesalahan prosedur, tetapi betul‑betul akibat iklimnya yang
berbeda. Berdasakan hal tersebut perlunya adanya pengetahuan mengenai alat-alat
klimatologi tersebut, baik dari kegunaan atau fungsinya dan cara menggunakannya. Pengetahuan akan Agriklimatologi sangat dibutuhkan guna menunjang kemampuan
praktikan dalam melakukan kegiatan praktikum.
Di bidang meteorologi dan klimatologi pertanian, data tentang lama
penyinaran sinar matahari sangat penting. Pengukuran dilakukan terhadap cahaya
surya yang sampai ke permukaan bumi. Ada beberapa alat yang biasa digunakan
dalam melakukan pengukuran penyinaran matahari ini diantaranya Tipe Campbel
Stokes, Tipe Jordan, Tipe Martin dan Tipe Foster.
Sedangkan pada pengukuran suhu udara hal ini berhubungan langsung dengan
manusia dan kehidupannya dan penting untuk dipelajari dan dipahami. Ada
beberapa jenis termometer (alat pengukur suhu) diantaranya Termometer maksimum,
termometer minimum, termometer bola basah dan kering, dan alat pencatat
otomatis (termograf, termohidrograf).
Suhu tanah banyak dipengaruhi oleh penyinaran matahari yang dialami,
kedudukan permukaan, sifat tanah (intensitas warna, komposisi, panas jenis
tanah, kemampatan dan kadar lengas tanah) dan vegetasi yang ada di atas atau
sekitarnya. Untuk mengetahui seberapa besar panas yang diserap oleh tanah maka
digunakan alat yang dinamakan Termometer tanah selubung kayu, Termometer tanah
bengkok dan Termometer tanah selubung logam.
1.2 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah
untuk mengamati dan mengetahui fungsi dan cara kerja dari masing-masing alat
tersebut.
BAB
II TINJAUAN PUSTAKA
Lama penyinaran surya adalah lamanya
surya bersinar cerah sampai ke permukaan bumi selama periode satu hari, diukur
dalam jam. Periode satu hari disini lebih tepat disebut panjang hari yakni
jangka waktu selama surya berada di atas horison. Halangan terhadap pancaran
cahaya surya terutama awan, kabut, aerosol atau benda-benda pengotor atmosfer
lainnya. Lama penyinaran ditulis dalam satuan jam sampai nilai persepuluhan
atau dalam persen terhadap panjang hari. Lama penyinaran surya dapat diukur
dengan berbagai macam alat yang dapat merekam sinar yang mencapai di permukaan
bumi sejak terbit hingga terbenam; mampu merekam dengan tepat sampai nilai
persepuluh jam (6menit). Terdapat empat macam/tipe alat perekam sinar surya,
yaitu : Tipe Campbell Stokes, Tipe Jordan, Tipe Marvin, dan Tipe Foster. Dari 4
tipe tersebut hanya tipe Tipe Campbell Stokes dan Tipe Jordan saja yang banyak
dipakai di Indonesia (Sutiknjo. 2005).
Suhu udara yang
diukur dengan termometer merupakan unsur cuaca dan iklim yang sangat penting.
Suhu udara berubah sesuai dengan tempat dan waktunya. Misalnya, pada tempat
yang terbuka suhunya berbeda dengan tempat yang bergedung. Demikian pula suhu
di ladang berumput berbeda dengan ladang yang dibajak atau jalan beraspal dan
sebagainya. Dilihat dari segi waktu, pada umumnya suhu maksimum terjadi sesudah
tengah hari biasanya antara jam 12.00 – 14.00, dan suhu minimum terjadi pada
jam 06.00 atau sekitar matahari terbit. Untuk menyatakan suhu udara dipakai
berbagai skala. Dua skala yang sering dipakai dalam pengukuran suhu udara
adalah skala fahrenheit yang dipakai di negara Inggris dan skala celcius atau
skala perseratusan (centigrade) yang dipakai oleh sebagian besar negara di
dunia. Pengukuran suhu udara hanya memperoleh satu nilai yang menyatakan nilai
rata-rata suhu atmosfer. Suhu udara harian rata-rata didefinisikan sebagai
rata-rata pengamatan selama 24 jam (satu hari) yang dilakukan tiap jam. Suhu
bulanan rata-rata ialah jumlah dari suhu harian rata-rata dalam 1 bulan dibagi
dengan jumlah hari dalam bulan tersebut. Sedangkan suhu tahunan rata-rata
dihitung dari jumlah suhu bulanan rata-rata dibagi dengan 12. Suhu tanah
dapat di ukur dengan menggunakan alat yang dinamakan termometer tanah selubung
logam. Suhu tanah ditentukan oleh panas matahari yang menyinari bumi.
Intensitas panas tanah dipengaruhi oleh kedudukan permukaan yang menentukan
besar sudut datang, letak digaris lintang utara dan selatan dan tinggi dari
permukaan laut. Sejumlah sifat tanah juga menentukan suhu tanah antara lain
intensitas warna tanah, komposisi, panasienis tanah,kemampuandankadarlegastanah(Tjasjono,1999
).
Kelembaban udara menggambarkan
kandungan uap air di udara yang dapat dinyatakan sebagai kelembaban mutlak,
kelembaban nisbi (relatif) maupun defisit tekanan uap air. Kelembaban nisbi
membandingkan antara kandungan/tekanan uap air aktual dengan keadaan jenuhnya
atau apda kapasitas udara untuk menampung uap air. Kapasitas udara untuk
menampung uap air (pada keadaan jenuh) tergantung pada suhu udara. Defisit
tekanan uap air adalah selisih antara tekanan uap air jenuh dengan tekanan uap
aktual. Pengembunan akan terjadi bila kelembaban nisbi mencapai 100 %. Ada beberapa
tipe dan prinsip kerja alat pengukur kelembapan udara. Pada umumnya alat yang
digunakan adalah psikrometer. Alat ini terdiri dari dua termometer yang disebut
termometer bola basah dan termometer bola kering. Kelembapan udara sebanding
dengan selisih kedua termometer yang dapat dicari melalui tabel atau rumus.
Alat pengukur kelembapan lain adalah sensor rambut. Prinsipnya bila udara
lembab rambut bertambah panjang dan udara kering rambut menyusut. Perubahan panjang
ini secara mekanis dapat ditransfer ke jarum penunjuk pada skala antara 0
sampai 100 %. Alat pengukur kelembapan udara tipe ini disebut hygrometer
(Anonim, 2010).
Curah hujan sebagai yang tercurah dari
langit dan diukur oleh penakar hujan dengan luasan diameter tertentu merupakan
kondisi air yang tercurah dalam suatu luasan tertentu. Dan untuk perhitungan
kasar volume air yang jatuh dari langit dapat dihitung dengan mempertimbangkan
luasan suatu daerah tertentu dikalikan dengan tinggi curah hujan yang terukur
yang akan menghasilkan satuan volume air. Karena wilayah Indoneisa merupakan
daerah tropis dengan intensitas hujan berbeda dari satu tempat ke tempat lain
meskipun jaraknya sangat dekat (satuan kilometer), maka perhitungan besarnya
intensitas hujan akan ditentukan oleh banyaknya penakar hujan. Dengan
perhitungan secara hidrologis yang dikenal dengan planimetri akan dapat
dihitung intensitas rata-rata dalam suatu kawasan. Hitungan ini umumnya
digunakan untuk menghitung volume air hujan yang tercurah dari langit untuk
kepentingan pembentukan embung dam atau waduk. Prinsip penakar
hujan tipe Hellman yaitu air hujan yang jatuh pada mulut penakar masuk ke
dalam silinder. Di dalam silinder kolektor ini terdapat sebuah pelampung
penggerak tangkaipena. Goresan pena diterima oleh silindeer pias. Silinder
kolektor mempunyai daya tampung maksimum 10 mm. Tepat pada saat kolektor penuh,
maka air senilai 10 mm ini tercurah habis melalui pipa pembuangan. Bersamaan
dengan ini pelampunmg turun ke dasar dan pena kembali ke titik nol pada skala
pias. Penakar ini umumnya mencatat periode hujan harian sehingga untuk
menghitungnya : (X x 10mm) + Y mm ( Soemeinaboedhy, 2006 ).
Angin merupakan suatu vektor yang
mempunyai besaran dan arah. Besaran yang dimaksud adalah kecepatannya sedang
arahnya adalah darimana datangnya angin. Kecepatan angin dapat dihitung dari
jelajah angin (cup counter anemometer) dibagi waktu (lamanya periode
pengukuran). Mengukur arah angin haruslah ada angin atau cup‑counter
anemometer dalam keadaan bergerak.Faktor pendorong utama angin adalah gaya
gradient tekanan. Gradien tekanan adalah perbedaan tekanan per satuan jarak
dengan arah horizontal dan tegak lurus isobar. Makin besar gradient tekanan
maka kecepatan angin makin besar. Untuk gradient yang sama, kecepatan angin
ditentukan juga oleh letak geografis, ketinggiaan tempat dan waktu. Angin
selalu bergerak karena perbedaan tekanan udara dan selalu dari tekanan udara
tinggi ke tekanan udara rendah. Perbedaan tekanan ini disebabkan karena
perbedaan suhu, perbedaan suhu ini antara lain adalah disebabkan karena
perbedaan penerimaan radiasi. Disamping itu ada gaya sekunder yang mempengaruhi
angin yaitu : Gaya Cariolis, gaya sentrifugal dan gaya gesekan (Bayong, 2005).
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 2 Juni 2013 (Indoor) dan Selasa, 11 Juni 2013
(Outdoor) bertempat di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas
Pertanian Universitas Mataram (Indoor) dan BMKG Kediri Lombok Barat NTB (Outdoor).
3.2
Alat dan Bahan
Alat-alat
Alat-alat yang
digunakan dalam praktikum ini yaitu antara lain: Alat ukur lama penyinaran
matahari Tipe Jordan,
Campbell Stokes, Termometer Selubung Logam, Termometer Ruangan dan
Waterpas,
Higrometer,
Termometer bola basah
dan bola kering, dan Termohigrograf mini, Thermometer tanah, Thermometer minimum rumput, Anemometer dan
Penangkar hujan otomatis, Penakar hujan manual type observatorium,
Wind vane anemometer, Cup Counter
Anemometer.
Bahan-bahan
Bahan-bahan yang digunakan
dalam praktikum ini antara lain: Kertas Pias Tipe Jordan dan Kertas Pias Tipe
Campbell Stokes,
Kertas Pias
untuk Higrotermograf mini.
3.3
Prosedur Kerja
1.
Didengar penjelasan Co. ass mengenai fungsi dan
bagian-bagian alat tersebut.
2.
Diamati bagian-bagian alat tersebut.
3.
Dicatat bagian-bagian maupun fungsi
dari alat yang diamati.
4.
Difoto alat-alat
praktikum yang diamati.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil




c


e
Gambar 1. Alat pengukur lama
penyinaran matahari tipe jordan

![]() |
a

Gambar 2. Kertas pias tipe jordan



Gambar 3. Alat pengukuran lama
penyinaran matahari campbell stokes



Gambar 4. Kertas pias tipe campbell stokes







Gambar 5. Thermometer tanah selubung logam





Gambar 6. Thermometer ruangan


Gambar 7. waterpas









5 11


13
Gambar 8.
Thermohigrograf mini




Gambar 9. Bola basah dan bola kering



Gambar 10. Kertas pias grafik

Gambar 11. Thermometer Tanah

Gambar 12. Thermometer Minimum Rumput
![]() |
|||||||
![]() |
|||||||
![]() |
|||||||
![]() |
|||||||
![]() |

Gambar 13. Anemometer

Gambar 14. Penakar hujan
otomatis/observatourium

Gambar 15. Penakar curah
hujan otomatis/observatourium.






Gambar 16. Penakar Hujan Otomatis
Type Hellmann

Gambar 17. Penakar Hujan Manual
Type Observatorium

Gambar 18. Cup Counter Anemometer

Gambar 19. Wind Vane Anemometer
a)
Alat
pengukur lama pengukuran lama penyinaran matahari tipe Jordan
a.
Tutup
silinder Jordan
b.
Silinder
Jordan
c.
Celah
sinar
d.
Pengatur
inklinasi ( kemiringan )
e.
Dasar
alat
b)
Kertas
pias tipe Jordan
a.
Celah
sinar
b.
Garis
penunjuk waktu ( Garis tebal = 1 jam,garis tipis =10 menit )
c)
Alat
pengukuran lama penyinaran matahari campbell stokes
a.
Bola
kaca masif
b.
Kertas
pias
d)
Kertas
pias tipe Campbell stokes
a.
Garis
penunjuk waktu setiap 30 menit
b.
Lubang
bekas sinar matahari ( Lubang tersebut menunjukkan bahwa sinar matahari
bersinar sepanjang lubang pada kertas ).
e)
Thermometer tanah selubung logam
a.
Tutup
selubung
b.
Selubung
thermometer
c.
Celah
pembaca thermometer
d.
Lubang
kaca
e.
Ujung
selubung
f)
Termometer
ruangan
a.
Skala
Celcius ( C )
b.
Skala
Fahreinheit ( F )
c.
Angka
satuan
d.
Air
raksa
g)
Waterpas
a.
Garis
penunjuk kedataran
h)
Termohigrograf
mini
1)
Drum arloji
2)
Gir ( roda
gigi )
3)
Penjepit
kertas
4)
Tabung pin
5)
Lengan pin
6)
Lengan pin
7)
Sekrup
penyesuai kelembaban
8)
Rambut
9)
Lempeng logam
10)
Dasar alat
11)
Sekrup
penyesuai tempratur
12)
Tangkai
pengunci lengan
13)
Alat
penggeser lengan pen
i)
Termometer
bola basah dan bola kering
1)
Termometer
bola kering
2)
Termometer
bola basah
3)
Kain muslim
j)
Kertas pias
1)
Temperatur
2)
Kelembaban
k)
Thermometer Tanah
1) Temperatur pada tanah gundul
2) Temperatur pada tanah berumput.
l)
Anemometer
1)
Penangkap arah angin
2)
Tiang alat
3)
Penunjuk arah angin
4)
Spidometer
5)
Lubang listrik
m)
Observatorium
1)
Corong observatorium
2)
Elektroda
3)
Tempat penampung air
4)
Kabel listrik
2.
Fungsi dan cara kerja alat
praktikum
a.
Pengukur
lama penyinaran matahari tipe Jordan
Fungsi : Untuk mengukur lama
penyinaran matahari
Cara pemasangan :
1)
Carilah
tempat yang terbuka ( memperoleh penyinaran ) matahari sepanjang hari.
2)
Pasanglah
alat di tempat yang cukup tinggi seperti atap rumah ( bangunan ),tiang tembok
(pilar).
3)
Letakkan
dasar alat dengan posisi mendatar ( horizontal ) ditempat seperti yang disebut
pada langkah ( b ).
4)
Atur
kedudukan alat sedemikian rupa,agar sumbu dengan silinder Jordan sejajar dengan
bidang tengah bumi ( sesuai tempat pengamatan ) dan tutup siinder harus
mengadap kearah bidang equator.
5)
Atur
sudut silinder Jordan sesuai dengan sudut inklinasi
6)
Buka
silinder Jordan dan bersihkan agar dinding silinder Jordan bagian dalam tetap
kering.dua celah yang ada pada silinder pada silinder Jordan harus bersih.
7)
Pasangkan
keras pias melingkar di dalam siinder Jordan,dengan posisi bagian yang berwarna
biru disebelah dalam serta lubang kertas pias tepat pada kedua celah silinder
Jordan.
8)
Pasang
tutup silinder dengan bagian tutup sedemikian rupa ditekan agar terpassang
kuat.
9)
Ganti
kertas pias setelah matahari terbenam guna pengamatan berikutnya.
10)
Tentukan
lama penyinaran matahari yang terukur dengan cara menghitung bagian skala pada
kertas pias yang terbakar ( jarak kertas
pias berjarak 1 jam penyinaran,sedang jarak antar kedua garis = 10 menit ).
b.
Kertas
pias tipe Jordan
Fungsi : penunjuk lama penyinaran
matahari.
Cara pemasangan :
1)
Pasangkan
kertas pias melingkar pada/ didalam silinder Jordan,dengan posisi bagian yang
berwarna biru di sebelah atau bagian dalam serta lubang kertas pias tepat pada
kedua celah silinder Jordan.
c.
Pengukuran
lama penyinaran matahari campbell stokes
Fungsinya : untuk mengukur
lamanya penyinaran matahari
Cara pemasangan:
1)
Dipasang
ditempat terbukadiatas pondasi beton dengan ketinggian 120 cm dari permukaan
tanah.
2)
Alat
ini berupa bola kaca masif dengan garis
tengan /diameter 10-15 cm.
d.
Kertas
pias campbell stokes
Fungsinya : untuk mencatat
lamanya penyinaran matahari dengan jalan memfokuskan sinar matahari.
Cara pemasangannya:
1)
Pias
lengkung panjang dipasang antara tanggal 11 Oktober - 28/ 29 Februari.
2)
Pias
lengkung pendek dipasang antara tanggal
11 April – 31 Agustus.
3)
Pias
lurus dipasang antara tanggal 1 Maret – 10 April dan 1 September – 10 Oktober.
4)
Pias
akan mulai terbakar bila sinar matahari > 0,3 cal /cm2 atau 209,
34 WM2.
e.
Thermometer
tanah selubung logam
Fungsi : sebagai pengukur suhu
tanah
Cara pemasangan :
1)
Masukkan
selubung thermometer kedalam tanah secara cacak sampai pada kedalaman 5,10 dan
20 cm.bila ada penghalang mekanik,selubung thermometer tidak dapat/sulit
menembus lapisan tanah,maka pindahkan ketempat lain.
2)
Buka
tutup selubung thermometer,kemudian masukkan thermometer kedala selubung
tesebut secara perlahan – lahan.hindari terjadinya gesekan akan benturan antara
thermometer dengan dinding selubung.
3)
Setelah
bagian penindara (reservoir) dari thermometer menyentuh bagian bawah
selubung,aturlah posisi thermometer sedimikian rupa sehingga skala thermometer
berada pada celah selubung untuk memudahkan pembacaan.
4)
Pasanglah
tutup selubung dan biarkan alat selama 1 jam untuk mengukur suhu tanah dengan
kedalaman 5,10 cm,2,5 jam untuk kedalaman 10 – 15 cm dan 4,5 jam untuk
kedalaman 15 – 30 cm.
5)
Lakukan
3 kali pengukuran suhu selama satu hari, yaitu pada pagi ( 07.00 ), siang ( 13.00 ), dan sore hari ( 18.00 ).
6)
Hitunglah
suhu tanah pada rata – rata harian :
(
2 x suhu pada jam 07.00)+13.00+18.00)
f.
Termometer
ruangan
Fungsi : untuk mengukur suatu
tempat ( ruangan ).
Cara pemasangan :
1) Letakkan atau gantungkan
thermometer tersebut pada tempa atau aruangan yang ingin diukur suhunya.
g.
Waterpas
Fungsi : pengatur posisi
kedataran suatu tempat atau alat.
Cara pemasangan :
1)
Diukur
atau diletakkan pada bagian yang ingin diukur kedatarannya.
h. Kertas pias tipe Campbell
stokes
Fungsi : penunjuk lama penyinaran
matahari
Cara pemasangan :
1)
Diletakkan
di bawah bola gelas atau ditempat kertas pias yang sudah ada dibawah bola gelas
yang berfungsi sebagai lensa cembung.
i.
Termohigrograf
mini
Fungsi : untuk mengukur serta
mencatat suhu dan kelembaban nisbi udara.
Cara
pemasangan:
1)
Bukalah
tutup alat dengan menggeser tangkai pengunci yang berada pada dasar alat,kearah
kiri kemudian angkat tutup alat secara perlahan – lahan ( jangan sampai
menyentuh lengan pencatat ).
2)
Bukalah
drum arloji dari posisinya dengan terlebih dahulu memutar ( membuka mur sumbu
drum arloji ).
3)
Pasang
gir ( roda gigi ) yang memiliki 18 buah gigi pada posisi lubang gir untuk
pencatatan 7 hari yang terletak dibagian bawah drum arloji,sedangkan jika alat
akan dipakai untuk pencatatan hanya satu hari,maka pasanglah gir yang memiliki
27 buah gigi pada lubang gir untuk pencatatan satu hari.
4)
Gir
( roda gigi ) harus dilepas dan disimpan di tempat penyimpan gir yang berada
dibagian atas drum arloji.
5)
Pasang
kertas grafik pada drum arloji dengan posisi datar ( horisontal ) kemudian
dijepit kedua ujund kertas grafik tersebut dengan alat penjepit yang telah
disiapkan.
6)
Letakkan
drum arloji diatas tangan kiri sambil memegang kuat drum arloji,kemudian putar
kuncian dengan menggunakan kunci khusus sebanyak Sembilan kali putaran penuh (
setiap putaran 3600 ).
7)
Pasang
kembali drum arloji pada posisi semula ,penjepit kertas grafik berada disebelah
kiri,berdekatan dengan lengan pen,ujung pen berada di belakang penjepit kertas.
8)
Buka
tutup penutup pen, kemudian dikaitkan lengan pen dengan menekan/menggeser alat
penggeser lengan pen yang berada dibawah lengan
hingga menyentuh pada skala kertas grafik yang telah ditentukan
berdasarkan hasil penyesuaian (penetapan) suhu dan kelembaban pada saat
tertentu dengan menggunakan thermometer bola basah dan bola kering.
9)
Tepatkan
posisi ujung pen dengan mengatur/memutar sekrup penyesuaian,yaitu :
a.
Sekrub
penyesuaian kelembaban nisbi,terletak dibagian atas.putar kekanan untuk
menggeser lengan pen keatas dan putar kekiri untuk menggeser lengan pen
kebawah.
b.
Sekrup
penyesuai tempratur,terletak dibagian samping.Putar kekanan untuk menggeser
lengan pen keatas dan putar kekiri untuk menggeser lengan pen keawah.
c.
Tempatkan
alats edemikian rupa dan kuncilah tutup ini dengan menggeser tangkai pengunci
ke kanan.
d.
Tempatkan
alat ini ditempat ysng terlindung dsri sinsar matahari,kemudian lakukan
pengukuran sesuai dengan interval yang dikehendaki.
e.
Lakukan
evaluasi data yang diperoleh selama melakukan pengukuran,kemudian cantumkan
dalam table hasil pengamatan.
j.
Termometer
bola basah dan bola kering
Fungsi : mengukur kelembaban
udara.
Cara pemasangan :
1)
Penggunaan
alat pengukur kelembaban nisbi khusunya dengan psikrometer sangkar prinsipnya
sama dengan pemasangan pengukur suhu udara yaitu memerlukan sangkar ( rumah alat ) dan kadang kala di tempatkan
bersama – sama dengan thermometer pengukur suhu udara.
2)
Diguakan
dua thermometer yaitu thermometer bola kering biasa dan untuk thermometer bola
basah digunakan thermometer bola kering yang dibugkus kain muslim pada bagian
pengindranya,dan terus menerus dibasahi aquades.
3)
Pemasangan
kain muslim pada pengindra harus merata dan rapat,tetapi kain yang digunakan
tidak boleh terlal tebal,dapat juga digunakan kain kasa seelum digunakan dicuci
dengan aquades agar tidak berlemak.
4)
Kain
muslim harus diganti seminggu sekali sesudah pengamatan atau 30 menit sebelum
pengamatan.Hal ini untuk meghindari kesalahan akibat pengotoran debu,jamur dan
lumut.
5)
Untuk
menjaga agar kain muslim tetap basahdengan mencelupkan ujungnya dalam bejana
terisi aquades yang terletak dibawah thermometer bola basah jarak antara
pengindra dengan permukaan air sebaiknya antara 2 – 7 cm.
k.
Kertas pias
Fungsi : pencatat tempratur dan
kelembaban udara
Cara pemasangan :
1)
Dipasang
melingkar pada drum arloji secara horizontal.
l.
Thermometer Tanah
Fungsinya : untuk mengukur suhu tanah dengan
kedalaman yang berbeda, yaitu : 0 cm ( permukaan tanah ), 2 cm, 5 cm, 10 cm, 20
cm, 50 cm, dan 100 cm.
Cara pemasangan :
1)
Untuk termometer dengan kedalaman
0 cm, 2 cm, 5 cm, 10 cm, dan 20 cm dipasang dengan sudut kemiringan 600
dan dipasang pada penahan besi untuk memudahkan pembaca.
m.
Thermometer Minimum Rumput
Fungsinya : untuk mengukur suhu
terendah / minimum rumput pada suatu periode pengamatan.
Cara pemasangan :
1)
Thermometer ini dipasang dengan
posisi horizontal di permukaan tanah beumput pendek dan dijepit pada tempat
khusus yang terbuat dari alumunium yang bagian atasnya dihalangi semacam atap
supaya tidak terkena lansung sinar matahari.
n.
Anemometer
Fungsi
: untuk mengukur kecepatan dan arah angin
Cara pemasangan :
1)
Dipasang ditempat yang bebas dan
dipasang secara vertikal dengan ketinggian tertentu dari permukaan tanah.
o.
Observatorium
Fungsi : Untuk mengukur curah hujan
pada suatu daerah
Cara pemasangan :
1)
Dipasang pada tempat yang datar dan
usahakan sman dari benda – benda sekitar,dan dipasang pada tempat yang terbuka.
p. Penakar
Hujan Manual Type Observatorium
Fungsinya :
untuk mengukur jumlah curah hujan.
Cara pemasangan
:
1) Alat
ini dipasang diatas tonggak kayu yang dibeton dengan ketinggian 120 cm dari
permukaan tanah sampai mulut corong penakar.
2) Waktu
pengamatannya dilakukan jam 07.00 WS dengan membuka kran dan menampung air
hujan dalam gelas penakar kemudian dibaca skala yang menunjukkan jumlah curah
hujan.
q. Cup Counter Anemometer
Fungsinya : untuk mengukur kecepatan angin rata-rata selama
periode tertentu.
Cara pemasangan :
1) Alat ini terdiri dari 3 mangkok yang
akan berputar bila tertiup angin.
2) Pada bagian bawah mangkok terdapat
angka couter yang mencatat perputaran mangkok tersebut.
3) Alat ini dipasang diatas tiang pipa
besi setinggi (1/2 meter, 2 meter, 10 meter ) dari
permukaan tanah.
r.
Wind Vane Anemometer
Fungsinya : untuk mengukur arah dan kecepatan angin.
Cara pemasangan :
1) Alat ini dipasang pada pipa besi
dengan ketinggian 10 meter, dimana alat ini terdiri dari sensor dan alat
penunjuk yang dihubungkan melalui kabel.
4.2
Pembahasan
Dengan adanya
praktikum ini kita dapat mengetahui dan memahami tentang bagian-bagian serta fungsi
dari alat ukur lama penyinaran matahari Tipe Jordan, alat pengukur suhu
udara yaitu termometer ruangan serta alat pengukur suhu tanah yaitu termometer
sselubung logam. Selain alat tipe Jordan, ada lagi alat
untuk mengukur lamanya penyinaran sinar matahari yang disebut alat tipe
Campbell stokes, dimana alat ini terdiri dari bola gelas yang berfungsi sebagai
lensa cembung, konvekx yang dapat mengumpulkan sinar matahri kesuatu titik api,
tempat menyisipkan kertas pias, pengatur kertas pias, penunjuk yang menyatakan
letak lintang dan tiang buah sekrup. Karena alat ini tidak ada di laboraterium,
maka secara detailnya dan lebih jelasnya saya kurang memahami bagaimana cara
kerja alatnya.
Kita mengetahui
suhu udara dipermukaan bumi terutamakan dipanaskan oleh penyerapan radiasi
sinar matahari, terutama didaerah yang permukaannya lebih panas dari pada
lapisan udara tepat diatasnya, maka udara dipanaskan. Udara yang dipanaskan
mengembang menjadi kurang padat dan naik. Udara yang lebih dingin disekitarnya
masuk menggantikan udara panas yang naik tersebut. Udara panas menjadi dingin
ketika naik, menjadi lebih panas lagi dan akhirnya berhenti naik. Udara itu
kembali kebumi, yang mungkin dipanaskan lagi jika permukaannya masih lebih
panas dari pada udara diatasnya. Dimana perputaran arus udara panas dan dingin
ini disebut konveksi dan arusnya disebut arus konveksi.
Berdasarkan pengamatan terhadap bagian
alat pengukur lama penyinaran matahari serta penjelasan dari Co. ass, dapat
diketahui bahwa pengukuran lama penyinaran matahari dimulai dari jam 07.00
sampai jam 18.00, karena jangka waktu penyinaran matahari di hitung dalam
priode satu hari. Sebagaimana telah dijelaskan, alat untuk mengukur lama
penyinaran matahari adalah alat tipe Jordan, penempatanya diletakkan di tempat
terbuka dan dihadapkan arah utara-selatan, tidak ada halangan ke arah timur
matahari terbit dan ke arah barat matahari terbenam dengan maksud agar sinar
matahari dapat melaui celah sinar dan membakar kertas pias secara sempurna.
Alat tipe Jordan ini juga ditempatkan di tempat yang cukup tinggi tujuannya
untuk memperoleh penyinaran matahari secara sempurna sepanjang hari serta untuk
menghindari terganggunya alat oleh aktifitas manusia yang dapat menganggu
fungsi dari alat tersebut. Kertas pias yang digunakan pada alat tipe jordan ini
berwarna biru dongker (tua) dimana kertas pias ini mempunyai skala tertentu
yang dibaca sebagai gambaran lama penyinaran sinar matahari, yaitu skala yang
bergaris hitam tebal yang merupakan skala hitung persatu jam dan skala
yang bergaris hitam tipis yang merupakan skala hitung persepuluh menit.
Kertas pias ini dipasang dengan cara melingkarkan pada tabung silinder alat
ukur tipe Jordan, hal tersebut memudahkan kita dalam mengetahui berapa lama
kertas tersebut terbakar. Adapun bagian-bagian dari alat tipe
jordan tersebut yaitu antara lain tutup silinder, celah sinar, silinder Jordan,
pengatur inklinasi, skala angka dan dasar alat. Tutup silinder berfungsi
sebagai penutup tabung (silinder) Jordan, hal tersebut juga bertujuan agar
kertas pias tidak terbakar habis oleh sinar matahari. Celah sinar berfungsi
sebagai jalan masuknya sinar matahari yang akan membakar kertas pias sehingga
dapat di ukur lamanya penyinarannya. Celah sinar ini berjumlah 2 buah,
masing-masing berjumlah satu disisi kiri dan kanan silinder. Silinder Jordan
berfungsi sebagai tempat meletakkan kertas pias dan juga sebagai penangkap
sinar. Pengatur inklinasi berfungsi sebagai pengatur dan penunjuk arah sinar
matahari yang datang sehingga matahari dapat masuk dalam silinder melalui celah
sinar. Skala angka berfungsi untuk mengatur kemiringan dari alat tipe Jordan
tersebut. Dasar alat berfungsi agar alat alat tipe Jordan ini bisa duduk pada
tempat dimana diletakkan.Selain kertas pias tipe Jordan, pada
praktikum ini kita juga mengamati kertas pias tipe Campbell Stokes. Untuk
kertas pias tipe Campball Stokes skala hitungnya yaitu persatu jam. Kertas pias
tipe Campbell Stokes ini berwarna hitam, pengukuranya lebih akurat, lebih cepat
menyerap kalor karena kertas pias tipe ini lebih berwarna gelap daripada kertas
pias tipe Jordan.Untuk menunjang agar alat ukur Tipe Jordan ini berada pada
posisi yang datar maka diperlukan Waterpas untuk mengukur datar tidaknya tempat
meletakkan alat ukur Tipe Jordan. Kita dapat mengetahui datar atau tidaknya
suatu tempat dengan cara melihat skla yang berisi air yang ada pada waterpas
tersebut lebih tepatnya kita melihat gelembungnya. Jika waterpas diletakkan
disuatu tempat dan gelembung air yang ada di skala tersebut berada ditengah berarti
tempat tersebut berada ditempat yang datar (horizontal).
Dalam praktikum agroklimatologi ini
juga, ada pengenalan terhadap alat pengukur suhu udara dan suhu tanah. Untuk
pengukuran suhu udara alat yang kita amati adalah termometer ruangan, sistem
kejanya menggunakan air raksa. Terdapat 2 skala pada termometer tersebut yaitu
skala celcius dan skala fahrenheit. Pada skala celcius kita dapat mengetahui
suhu udara dalam derajat celcius, sedangkan pada skala fahrenheit kita dapat
mengetahui suhu udara dalam derajat fahrenheit.
Sedangkan alat yang digunakan untuk
mengukur suhu tanah yaitu Termometer Tanah Selubung Logam, yang cara
pemakaiannya dengan dimasukkan ke dalam tanah dan diamati berapa derajat yang
ditunjukkan oleh indikator termometer yang berada di dalamnya melalui celah
yang tersedia. Bagian Ujung selubung logam berbentuk runcing, tujuannya agar
mudah saat dimasukkan kedalam tanah. Bagian lain dari termometer selubung logam
ini yaitu celah pembacaan skala termometer, pada celah tersebut kita dapat melihat
skala dari termometer yang dimasukkan ke selubung logam tersebut. Penutup
Selubung Logam berfungsi agar termometer diam pada tempatnya. Batang termometer
merupakan tempat termometer berada. Sedangkan lubang udara yang terletak diatas
ujung selubung logam berfungsi sebagai jalan keluar masuknya udara atau suhu
tanah.Alat termometer tanah selubung logam ini berfungsi
untuk mengukur suhu dalam tanah hingga kedalaman 5-20 cm, alat ini bekerja
dengan cara menamcapkannya ketanah, maka dari sini kita dapat mengetahui suhu
dalam tanah. Dalam pertanian, alat atau thermometer ini ada perannya sebagai
pengukur suhu dalam tanah, agar kita lebih mengetahui seberapa besar suhu yang
ada didalam tanah, jadi kita bisa mengetahui tanaman apa yang pantas sesuai
dengan tekanan suhu pada lokasi yang akan ditanam tersebut. Dari pembahasan
yang telah saya kemukakan diatas, maka dalam praktikum ini kita dapat mengambil
suatu cara kerja alat yang fungsinya bermacam-macam.
Pengenalan atau pengetahuan tentang
alat-alat klimatologi untuk pengukuran lama penyinaran sinar matahari, suhu
udara, serta suhu tanah sangatlah penting, karena hal tersebut berpontensi
memberikan pemahaman kepada praktikan tentang betapa pentingnya, alat-alat
klimatologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari terutama didalam bidang
pertanian. Apalagi perkembangan dunia pertanian sangat dipengaruhi oleh banyak
faktor termasuk faktor iklim maupun faktor cuaca, dan intensitas cahaya
matahari.
Berdasarkan hasil pengamatan serta
penjelasan dari Co. ass, dapat kita ketahui bahwa ada beberapa alat untuk
mengukur kelembaban udara. Alat-alat tersebut yaitu higrograf, thermometer bola basah, thermometer bola kering, termohigrogaraf, thermometer tanah dan thermometer
minimum rumput.Dapat diketahui bahwa alat untuk mengukur kelembaban
udara nisbi disebut higrograf. Higrograf merupakan alat yang bisa menunjukkan
berapa derajat suhu suatu tempat dan berapa persen kelembaban udara yang ada di
tempat tersebut. Alat ini berbentuk bulat seperti arloji dan mempunyai dua
skala. Skala pertama yaitu skala yang besar yang menunjukkan berapa kelembaban
udara dan skala yang kedua yaitu skala yang kecil dibawah skala kelembaban
udara merupakan skala untuk mengukur suhu. Pemasangan higrograf sama halnya
dengan alat pengukur suhu udara. Alat ini bisa dipasang dengan digantung pada
suatu ruangan atau kamar.
Selain itu pada praktikum ini kita
juga, mengamati psikrometer bola basah bola kering. Merupakan alat pengukur
kelembaban udara. Seperti namanya, psikrometer ini terdiri dari dua termometer
yaitu termometer bola basah dan bola kering. Termometer bola basah yang
berfungsi untuk mengukur suhu rendah (minimum). Sedangkan termometer bola
kering berfungsi untuk mengukur suhu maksimum. Termometer bola basah merupakan
termometer bola kering yang bagian pengindranya dibalut dengan kain muslim dan
ditetesi aquades. Diantara kedua termometer tersebut terdapat tabung aquades
yang berfungsi untuk menampung air (aquades). Pembacaan suhu pada termometer
bola kering dan termometer bola basah pada dasarnya sama dengan pembacaan suhu
pada termometer suhu ruangan kita tinggal melihat derajat suhu yang ditunjukkan
pada saat pengukuran, dimulai dari pembacaan suhu bola basah kemudian suhu bola
kering. Namun yang membedakannya ádalah pada termometer bola basah, jika
termometer bola kering bisa langsung dibaca suhunya pada saat ditaruh pada
suatu tempat, tetapi tidak sama halnya dengan termometer bola basah. Kita dapat
mengetahui suhu yang ditunjukkan oleh bola basah apabila telah terjadi
penguapan air melalui kain muslim. Berarti termometer bola basah tersebut
bertambah sensitif pengukurannya, disebabkan karena kain muslim yang dapat
denagan cepat menguapkan air apabila terkena suhu tinngi. Untuk mendapatkan
persen kelembaban dari psikrometer bola basah bola kering ini kita perlu
menggunakan perhitungan dimana suhu termometer bola basah dan bola kering ini
sangat diperlukan. Perhitungannya yaitu dengan cara hasil selisih antara bola
kering dan bola basah yang kemudian hasil selisih tersebut dilihat pada tabel
RH. Jika hasil perhitungan tersebut tidak ada dalam tabel berarti kelembaban
pada tempat yang diukur tersebut mencapai 100 %.
Dalam praktikum ini juga, kita
mengamati alat termohigrograf mini. Alat ini digunakan untuk mengukur serta
mencatat suhu dan kelembaban nisbi udara secara bersamaan di atas kertas
gerafik (pias) yang dipasang pada sekeliling drum arloji. Yang tertera pada
kertas pias itulah yang menjadi angka berapa kelembaban udara disuatu tempat.
Kertas pias tersebut terdiri dari 2 kolom, kolom yang diatas untuk skala
derajat temperatur sedangkan kolom yang dibawah untuk skala persen kelembaban.
Alat termohigrograf mini ini mempunyai drum arloji yang nantinya dipasangkan
gir (roda gigi). Gir ini ada 2 macam, yang pertama gir (roda gigi) yang
memiliki 18 buah gigi untuk pencatatan 7 hari, sedangkan gir yang memiliki 22
gigi untuk pencataan satu hari. Terdapat juga 2 pena dimana pena pada bagian
atas berfungsi untuk mencatat derajat suhu sedangkan pena bagian bawah
berfungsi mencatat persen kelembaban. Alat ini menggunakan prinsip dengan
sensor rambut untuk mengukur kelembaban udara dan menggunakan bimetal untuk
sensor suhu udara. Kedua sensor dihubungkan ke penunjuk yang merupakan pena penulis
di atas kertas pias yang berputar menurut waktu. Alat dapat
mencatat suhu dan kelembapan setiap waktu secara otomatis pada pias. Penggunaan
rambut sebagai sensor untuk kelembaban disebabkan karena rambut memiliki
tanggapan yang bersifat tidak linear terhadap perubahan kelembaban. Alat ini
juga mempunyai sekrup penyusaian yaitu sekrup penyusaian kelembaban nisbi yang
berada diatas dan sekrup penyesuaian suhu yang terletak disamping. Alat ini
sensitif sekali terhadap debu, maupun kotoran-kotoran yang bisa saja mengganggu
ketelitian alat tersebut oleh karena itu alat ini juga dilengkapi dengan tutup
(sangkar alat) tujuannya agar alat terhindar dari debu maupun kotoran-kotoran
yang akan mengganggu pegukuran dari alat itu sendiri.
Selain itu, terdapat thermometer tanah yang berfungsi
mengukur suhu tanah dengan kedalaman yang berbeda, yaitu : 0 cm ( permukaan
tanah ), 2 cm, 5 cm, 10 cm, 20 cm, 50 cm, dan 100 cm. Thermometer ini
menggunakan cairan air raksa yang diletakkan di tanah yang permukaan tanahnya
berumput pendek, dan tanah gundul. Untuk themometer dengan kedalaman 0 cm, 2
cm, 5 cm, 10 cm, dan 20 cm dipasang dengan sudut kemiringan 600dan
dipasng pada penahan besi untuk memudahkan pembacaan.Untuk thermometer dengan
kedalaman 50 cm dan 100 cm digunakan thermometer berselubung/tabung logam
tembaga kuningan. Bagian bola thermometer diisi dengan parafin/ lilin,hal ini
dimaksudkan untuk memperlambatperubahan suhu ketika diangkat saat
pengamatan/pembacaan. Waktu pengamatan : pengamatan I, II, III (Jam 07.30, 13.30,
17.30 WIB).
Pada thermometer
minimum rumput berfungsi untuk mengukur suhu terendah/ minimum rumput pada
suatu pengamatan. Cairan yang digunakan pada thermometer ini adalah alkohol.
Pada pipa kapilerberisikan indeks (batang kaca kecil). Thermometer dipasang
dengan posisi horizontal di tanah berumput pendek dan dijepit pada tempat
khusus yang terbuat dari alumunium yang bagian atasnya dihalangi semacam atap
supaya tidak terkena langsung sinar matahari. Prinsip kerja termometer ini
yaitu, jika suhu turun alkohol akan menyusut dan permukaan alkohol akan menarik
indeks ke arah skala lebih kecil, sebaliknya jika suhu naik, permukaan alkohol
akan naik sedangkan indeks tetap tertinggal menunjukkan skala yang terendah
yang dicapai suhu udara. Waktu pengamatan dilakukan pada pukul 07.00 WIB.
Setelah dilakukan pengamatan/ pembacaan skala , posisi indeks harus
dikembalikan ke posisi suhu pada waktu itu.
Pada praktikum
kita telah mengamatialat yang mempunyai manfaat dalam bidang pertanian, yaitu
anemometer dan penangkar curah hujan otomatis, Penakar Hujan
Manual Type Observatorium, Cup Counter
Anemometer, Wind Vane
Anemometer.
Berdasarkan hasil pengamatan serta penjelasan
dari Co. ass, dapat kita ketahui bahwa anemometer adalah alat yang digunakan
untuk mengukur kecepatan dan arah angin, sedangkan curah hujan otomatis adalah
alat yang digunakan untuk mengukur curah hujan.
Dapat diketahui pada alat pengukur
kecepatan dan arah angin (anemometer) mempunyai bagian-bagian yang saling
terkait antara satu dan lainnya sehingga bisa mengukur kecepatan dan arah
angin. Bagian-bagian tersebut diantaranya yaitu bagian yang berfungsi mengukur
arah angin, bagian yang berfungsi mengukur kecepatan angin dan bagian perekam
yang dihubungkan ke komputer. Bagian yang berfungsi mengukur arah angin terdiri
dari sensor vertikal dan bagian yang terkena angin. Sedangkan bagian yang
berfungsi mengukur kecepatan angin terdiri dari baling-baling berbentuk Bangkok
dan sensor vertikal. Sensor vertikal berfungsi memberi sensor atau data ke
bagian perekam.
Mekanisme untuk bagian yang berfungsi
mengukur arah angin yaitu, saat bagian yang terkena angin berputar karena
angin, maka sensor vertikal akan meneruskan sensor yang diterimanya tersebut ke
bagian perekam, kemudian bagian perekam akan menerjemahkan sensor tersebut
menjadi data arah angin yang selanjutnya akan ditampilkan pada monitor
komputer.
Sedangkan mekanisme untuk bagian yang
berfungsi mengukur kecepatan angin, pada dasarnya sama dengan mekanisme pada
bagian yang berfungsi mengukur arah angin. Pada saat baling-baling berputar
karena tiupan angin maka sensor vertikal akan meneruskan sensor yang
diterimanya tersebut ke bagian perekam, kemudian bagian perekam akan
menerjemahkan sensor tersebut menjadi data kecepatan angin yang selanjutnya akan
ditampilkan pada monitor komputer.
Selain alat pengukur kecepatan dan arah
angin kita juga mengamati alat untuk mengukur curah hujan yng disebut dengan
penakar curah hujan otomatis. Alat ini mempunyai bagian-bagian tersendiri yang
masing-masing berfungsi dalam perhitungan curah hujan. Mulut penakar yang
terdapat pada bagian atas alat ini berfungsi sebagai jalan masuknya air hujan.
Pada mulut penakar terdapat penyaring yang berfungsi untuk menyaring air hujan.
Di dalam alat ini juga sudah ada alat penampung air hujan yang disebut dengan
tabung atau badan penakar. Alat ini mempunyai kabel untuk menyalurkan data ke
komputer. Selain itu pada bagian bawah alat ini terdapat 2 bagian yang
berfungsi sebagai alat pembaca yang dihubungkan langsung ke komputer, diamana
curah hujan diterjemahkan menjadi data curah hujan. Pada bagian bawah juga
terdapat saluran pembuangan, yang berfungsi sebagai saluran pembuangan
air hujan, jika sudah tidak digunakan lagi dalam pengukuran.
Pada bidang pertanian, alat-alat
tersebut sangat dibutuhkan. Dalam bidang pertanian dibutuhkan pengetahuan
tentang prakiraan masa tanam, untuk penanaman tanaman. Angin bisa mempengaruhi
berbagai hal diantaranya yaitu mempengaruhi perkembangbiakan tanaman,
misalnya saja penyerbukan tanaman, mempengaruhi jatuhnya hujan di lahan
pertanian pada suatu daerah. Selain itu juga angin mempengaruhi laju
evapotranspirasi tanaman, mekanisme evapotranspirasi tersebut yaitu
dipindahkannya uap air yang keluar, melaui pori-pori daun. Semakin besar
kecepatan angin semakin besar pula laju evapotranspirasi yang terjadi pada
tanaman tersebut sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi penyerapan unsur hara
di dalam tanah yang berguna untuk pertumbuhan tanaman.
Seperti yang dikatakan sebelumya, hujan
juga dipengaruhi oleh angin. Pada saat curah hujan tinggi, biasanya penyebaran
penyakit pada tanaman juga meningkat. Curah hujan juga berkaitan dengan irigasi
atau pengairan suatu lahan pertanian. Oleh karena itu dengan mengetahui
alat-alat klimatologi seperti anemometer dan curah hujan otomatis tersebut kita
dapat memprakirakan keadaan yang tepat untuk menanam suatu jenis tanaman,
karena masing-masing tanaman memeiliki respon yang bebeda-beda terhadap unsur
cuaca seperti angin dan hujan tadi.
BAB
V PENUTUP
5.1. Kesimpulan
1. Alat ukur Tipe
Jordan merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengukur lama penyinaran
matahari.
2. Untuk alat ukur
penyinaran matahari tipe Jordan, saat pemasangan tidak ada halangan ke arah
Timur matahari terbit dan ke arah Barat matahari terbenam dengan maksud agar
sinar matahari dapat melaui celah sinar.
3. Pemasangannya
harus sesuai petunjuk agar sinar matahari yang menjadi tolak ukur dalam proses
pengukuran dapat diterima sempurna.
4. Termometer
Selubung Logam adalah alat untuk mengetahui suhu tanah.
5. Setiap alat
memiliki bentuk yang berbeda dan memiliki fungsi serta cara pemasangan yang
berbeda pula.
6. Ada beberapa
alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban udara yaitu antara lain : Higrograf,
Psikrometer bola basah bola kering dan Termohigrograf mini.
7. Alat-alat
klimatologi pengukur kelembaban udara tersebut sangat erat kaitannya dengan
pertanian, terutama untuk mengukur kelembaban dan suhu yang baik bagi
pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
8. Alat yang dapat
digunakan untuk mengukur kecepatan angin danmengetahui arah angin adalah
anemometer, sedang alat yang digunakan dalam mengukur curah hujan adalah penakar
hujan otomatis.
9. Dengan
mengetahui anemometer dan penakar curah hujan otomatis kitabisa memprakirakan
keadaan yang tepat untuk masa tanam suatu jenis tanaman.
5.2.
Saran
1.
Diharapkan adanya penggantian alat-alat
yang telah rusak.
2.
Para praktikan harus benar-benar
menguasai alat-alat yang digunakan serta menguasai metode dan
cara penggunaannya.
3.
Selain itu alat-alat praktikum
sebaiknya mendukung untuk kelancaran pengamatan dan proses penelitian terutama
dalam hal ketelitian alat dalam membaca data.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2010. Alat-alat
klimatologi Konvensional. http://www.gawkototabang
.wordpress.com. Diakses pada tanggal 12Juni 2013, pukul 11.00 WITA.
Bayong. 2005. Klimatologi.
ITB: Bandung.
Sutiknjo, Tutut
D. 2005. Petunjuk Praktikum Klimatologi. Fak. Pertanian Universitas
Kediri: Kediri.
Soemeinaboedhy,
Nyoman I,2006.Agroklimatologi.UPT Universitas Mataram: Mataram.
Tjasjono, Bayong.1999. klimatologi umum.ITB:Bandung.